Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Kasus Malaria di Nabire Meningkat, DPMK dan Dinkes Gelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Kampung

Etty Welerbadge-check


					Kasus Malaria di Nabire Meningkat, DPMK dan Dinkes Gelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Kampung Perbesar

Nabire — Kasus malaria di Kabupaten Nabire menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 8.556 kasus positif, meningkat tajam dibandingkan Desember 2024 yang berjumlah 3.274 kasus positif. Lonjakan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire bersama Dinas Kesehatan melaksanakan rapat koordinasi singkat dengan para kepala kampung, yang berlangsung di sela-sela pertemuan resmi di Aula DPMK Nabire Jumat, (6/2/2026).

Kepala DPMK Nabire, Pilemon Madai, menegaskan bahwa penanggulangan malaria harus menjadi prioritas utama di tingkat kampung, mengingat dampaknya yang langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Masalah malaria harus diprioritaskan oleh kampung karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kampung perlu melakukan langkah-langkah perlindungan melalui kegiatan pencegahan yang sederhana namun efektif,” ujar Pilemon.

Ia menekankan pentingnya gerakan bersama masyarakat, seperti membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mencegah terbentuknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles. Selain itu, kampung diharapkan dapat mendukung peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan.

Pilemon Madai juga mengungkapkan bahwa terdapat 9 Kampung dengan 6 kelurahan dengan angka kasus malaria tertinggi di Kabupaten Nabire, sehingga diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah kampung, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas guna menurunkan angka kasus.

“Melalui kader dan ketua RT, kampung dapat memantau penggunaan kelambu, memastikan penderita malaria mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta melakukan edukasi melalui poster dan spanduk pencegahan malaria. Selain itu, masyarakat perlu digerakkan untuk membersihkan lingkungan dari genangan air,” tambahnya.

Lebih lanjut, kampung didorong untuk mengalokasikan pembiayaan kampung dalam mendukung program eliminasi malaria, antara lain melalui:

pemberantasan jentik nyamuk dengan pengelolaan lingkungan,

penyediaan lotion anti-nyamuk di lokasi aktivitas malam hari,

pelibatan PKK, RT, kader kesehatan, dan kader malaria dalam pemeriksaan dini, pemantauan konsumsi obat, serta penggunaan kelambu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Lambey, menyampaikan bahwa kampung memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam upaya eliminasi malaria.

“Pengendalian malaria bukan semata-mata persoalan angka, tetapi menyangkut aspek kemanusiaan—tentang perlindungan keluarga, khususnya ibu hamil dan bayi,” jelas Alfred.

Menurutnya, paparan malaria pada ibu hamil dan bayi berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak serta fisik bayi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko stunting dan gizi buruk.

“Oleh karena itu, dibutuhkan tanggung jawab bersama seluruh elemen, khususnya pemerintah kampung, untuk melindungi kelompok rentan dan menekan angka malaria di Kabupaten Nabire,” tutup Alfred Lambey.

9 kampung dengan kasus positif malaria tinggi adalah Wami Jaya, Sanoba Pantai, Sama busa, Air mandidi, Waroki, Nifasi, Bumi, Biha, Argomulyo dan Bumi raya.

6 kelurahan yang kasus positif malaria tinggi adalah Kalibobo, Nabarua, Siriwini, Wonorejo, Karang mulia dan Girimulyo

Selain kepala Kampung, hadir juga Konsultan Malaria UNICEF untuk timika dan Nabire Yulizar Kasma. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline