NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan subsidi transportasi udara bagi masyarakat di delapan kabupaten pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons tegas Pemerintah Provinsi terhadap maraknya praktik percaloan dan tingginya harga tiket pesawat perintis yang kian meresahkan warga di wilayah pedalaman.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Ewanggen Kokoya, menjelaskan bahwa selama ini masyarakat sangat kesulitan mendapatkan tiket subsidi dari pemerintah pusat. Fakta di lapangan menunjukkan adanya anomali harga yang tidak masuk akal; tiket yang seharusnya dibanderol murah justru dimainkan oleh oknum tertentu hingga mencapai Rp1.500.000 hingga Rp3.500.000 per orang. Senin (19/1/2026) lalu.
Kebijakan subsidi ini memiliki tujuan strategis untuk menekan biaya logistik, mempermudah mobilitas masyarakat di daerah terisolir, serta secara tegas memberantas praktik percaloan tiket pesawat yang selama ini merugikan warga. Program ini mencakup seluruh delapan kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah guna memastikan adanya keadilan akses transportasi bagi semua lapisan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi akan menyalurkan bantuan subsidi melalui maskapai perintis yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi di Papua, di antaranya MAF, AMA, Advent, dan CARS. Sebagai komitmen dari Gubernur Meki Nawipa, program ini direncanakan segera direalisasikan pada tahun 2026, tepat setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) diterbitkan.
Ewanggen berharap dengan adanya subsidi langsung dari APBD Provinsi ini, harga tiket pesawat perintis dapat kembali normal dan terjangkau. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawasi distribusi tiket agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan rakyat di pelosok Papua Tengah.








