Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

BMKG Nabire Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					BMKG Nabire Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat di Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nabire mengimbau masyarakat di Kabupaten Nabire dan Mimika agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu, 25 Januari 2026.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 23 knot atau sekitar 42,5 km/jam dan masih berpotensi mengalami peningkatan. Kondisi ini berisiko menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Dalam update peringatan dini cuaca yang dirilis pukul 16.50 WIT, BMKG Papua Tengah menyampaikan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, mulai pukul 16.55 WIT hingga sekitar 20.30 WIT.

Wilayah yang terdampak meliputi:

Kabupaten Nabire:
Makimi, Yaro, Wapoga, Napan, Wanggar, Nabire, Uwapa, Siriwo, Nabire Barat, Teluk Kimi.

Kabupaten Mimika :
Tembagapura, Mimika Timur Jauh, Agimuga, Hoya, Kuala Kencana, Iwaka, dan sekitarnya.

BMKG juga menyebutkan potensi cuaca ekstrem dapat meluas ke wilayah lain, yakni:

* Kabupaten Nabire: Dipa, Menou, Teluk Umar, Yaur
* Kabupaten Mimika: Mimika Barat, Kwamki Narama, Amar, Wania, Mimika Timur, Mimika Baru, dan sekitarnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, serta pohon dan reklame yang dapat roboh akibat angin kencang. Daerah dengan topografi curam atau rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus.

Selain itu, BMKG meminta BPBD, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Korlantas Kepolisian untuk mengantisipasi dan mengalihkan aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas dari zona rawan bencana selama masa peringatan dini.

“Masyarakat yang meninggalkan rumah akibat potensi cuaca ekstrem dapat kembali ke rumah sekitar 1–2 jam setelah peringatan dini berakhir,” jelas BMKG.

BMKG Nabire menegaskan akan terus memperbarui informasi cuaca dan mengimbau masyarakat memantau perkembangan terkini melalui situs resmi BMKG, media sosial @infobmkg, aplikasi InfoBMKG, atau Call Center 196. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News