Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

BMKG Nabire Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					BMKG Nabire Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat di Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nabire mengimbau masyarakat di Kabupaten Nabire dan Mimika agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu, 25 Januari 2026.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 23 knot atau sekitar 42,5 km/jam dan masih berpotensi mengalami peningkatan. Kondisi ini berisiko menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Dalam update peringatan dini cuaca yang dirilis pukul 16.50 WIT, BMKG Papua Tengah menyampaikan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, mulai pukul 16.55 WIT hingga sekitar 20.30 WIT.

Wilayah yang terdampak meliputi:

Kabupaten Nabire:
Makimi, Yaro, Wapoga, Napan, Wanggar, Nabire, Uwapa, Siriwo, Nabire Barat, Teluk Kimi.

Kabupaten Mimika :
Tembagapura, Mimika Timur Jauh, Agimuga, Hoya, Kuala Kencana, Iwaka, dan sekitarnya.

BMKG juga menyebutkan potensi cuaca ekstrem dapat meluas ke wilayah lain, yakni:

* Kabupaten Nabire: Dipa, Menou, Teluk Umar, Yaur
* Kabupaten Mimika: Mimika Barat, Kwamki Narama, Amar, Wania, Mimika Timur, Mimika Baru, dan sekitarnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, serta pohon dan reklame yang dapat roboh akibat angin kencang. Daerah dengan topografi curam atau rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus.

Selain itu, BMKG meminta BPBD, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Korlantas Kepolisian untuk mengantisipasi dan mengalihkan aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas dari zona rawan bencana selama masa peringatan dini.

“Masyarakat yang meninggalkan rumah akibat potensi cuaca ekstrem dapat kembali ke rumah sekitar 1–2 jam setelah peringatan dini berakhir,” jelas BMKG.

BMKG Nabire menegaskan akan terus memperbarui informasi cuaca dan mengimbau masyarakat memantau perkembangan terkini melalui situs resmi BMKG, media sosial @infobmkg, aplikasi InfoBMKG, atau Call Center 196. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirjen Bimas Katolik Tinjau Pembangunan Asrama SMAKN Keerom, Tekankan Penguatan ASN dan Mutu Pendidikan

20 Juni 2026 - 13:13 WIB

IMG 20260619 WA0046

Bupati Nabire Terbitkan Surat Edaran Pengawasan BBM Bersubsidi, Terapkan Sistem Plat Ganjil-Genap

20 Juni 2026 - 12:10 WIB

IMG 20260620 WA0002

Terima Pendampingan Data SDMK, Kadinkes Deiyai Apresiasi Dukungan Dinkes Papua Tengah

20 Juni 2026 - 12:05 WIB

IMG 20260620 WA0001

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan OAP, Gubernur: Siapkan Diri Jadi Aparatur Masa Depan Daerah

20 Juni 2026 - 12:00 WIB

IMG 20260620 WA0010

Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Merah Putih di Mimika, Diharapkan Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga

20 Juni 2026 - 11:32 WIB

IMG 20260620 WA0015
Trending di Headline