Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

BMKG Nabire Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					BMKG Nabire Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat di Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nabire mengimbau masyarakat di Kabupaten Nabire dan Mimika agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu, 25 Januari 2026.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 23 knot atau sekitar 42,5 km/jam dan masih berpotensi mengalami peningkatan. Kondisi ini berisiko menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Dalam update peringatan dini cuaca yang dirilis pukul 16.50 WIT, BMKG Papua Tengah menyampaikan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, mulai pukul 16.55 WIT hingga sekitar 20.30 WIT.

Wilayah yang terdampak meliputi:

Kabupaten Nabire:
Makimi, Yaro, Wapoga, Napan, Wanggar, Nabire, Uwapa, Siriwo, Nabire Barat, Teluk Kimi.

Kabupaten Mimika :
Tembagapura, Mimika Timur Jauh, Agimuga, Hoya, Kuala Kencana, Iwaka, dan sekitarnya.

BMKG juga menyebutkan potensi cuaca ekstrem dapat meluas ke wilayah lain, yakni:

* Kabupaten Nabire: Dipa, Menou, Teluk Umar, Yaur
* Kabupaten Mimika: Mimika Barat, Kwamki Narama, Amar, Wania, Mimika Timur, Mimika Baru, dan sekitarnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, serta pohon dan reklame yang dapat roboh akibat angin kencang. Daerah dengan topografi curam atau rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus.

Selain itu, BMKG meminta BPBD, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Korlantas Kepolisian untuk mengantisipasi dan mengalihkan aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas dari zona rawan bencana selama masa peringatan dini.

“Masyarakat yang meninggalkan rumah akibat potensi cuaca ekstrem dapat kembali ke rumah sekitar 1–2 jam setelah peringatan dini berakhir,” jelas BMKG.

BMKG Nabire menegaskan akan terus memperbarui informasi cuaca dan mengimbau masyarakat memantau perkembangan terkini melalui situs resmi BMKG, media sosial @infobmkg, aplikasi InfoBMKG, atau Call Center 196. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dispora Deiyai Serahkan Bantuan Perlengkapan dan Pelatihan Olahraga, Persidei Apresiasi Dukungan Pemerintah

16 Februari 2026 - 11:57 WIB

Img 20260216 wa0173

Bertemu Dua Kelompok Yang Bertikai di Kapiraya, Kompol Onisimus : Situasi Sudah Aman 

16 Februari 2026 - 11:29 WIB

Img 20260216 wa0143

Pascapenembakan di Boven Digoel, Wamendagri Minta Pemda Bantu Pengungsi dan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan

16 Februari 2026 - 02:19 WIB

Img 20260214 wa0003

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266
Trending di Headline