Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

News

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Nabire Dihantui Angka 10.822 Kasus HIV, Tertinggi se-Papua Tengah

adminbadge-check


					Peringatan Hari AIDS Sedunia di Nabire Dihantui Angka 10.822 Kasus HIV, Tertinggi se-Papua Tengah Perbesar

NABIRE – Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Nabire tahun 2025 menjadi sorotan serius terkait tingginya angka kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Nabire, melalui Plt. Sekretaris Daerah, bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menggelar rangkaian kegiatan di halaman Kantor Bupati Nabire, Senin (1/12/2025), dengan tema “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.

Kehadiran Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, S. IP, menegaskan fakta mengkhawatirkan: Kabupaten Nabire masih menjadi wilayah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua Tengah.

Anouw secara spesifik menyebutkan jumlah kasus yang fantastis dan menjadi fokus utama perhatian.

“Kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua Tengah berada di Kabupaten Nabire dengan total kasus sebanyak 10.822. Kami memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire yang memperingati hari HIV/AIDS ini secara khusus,” ujar Freny Anouw.

Jumlah 10.822 kasus ini menuntut perhatian dan aksi kolektif segera dari semua pihak.

Momentum peringatan ini juga digunakan untuk mengenang korban jiwa serta memperkuat upaya pencegahan dan pengobatan. Anouw menekankan tanggung jawab pemerintah daerah untuk melengkapi dan memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang mudah diakses, termasuk:

  • Dukungan sarana dan prasarana.

  • Tenaga kesehatan yang memadai.

  • Layanan konseling dan pemeriksaan.

“Banyak layanan di bawah yang masih memiliki kendala akses. Pemerintah daerah perlu melengkapinya supaya masyarakat yang membutuhkan tidak kesulitan,” tegasnya.

Anouw juga mengingatkan bahwa peningkatan angka kasus—sekalipun tinggi—tidak boleh mengejutkan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk melakukan pencegahan dini, termasuk penularan dari ibu ke anak.

Selain itu, kolaborasi lintas pihak dari pemerintah, RT/RW, lembaga adat, hingga organisasi kemasyarakatan sangat penting untuk edukasi, sosialisasi, dan pencegahan dini.

Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS, serta meningkatkan kesadaran demi menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat. Bahkan, disebutkan bahwa ada pasien HIV di Nabire yang berhasil bertahan hidup hingga lebih dari sepuluh tahun berkat rutin mengikuti terapi pengobatan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109

Apresiasi Penindakan Miras dan Narkoba, Ketua Fraksi Golkar Mimika Minta Perketat Pengawasan di Pelabuhan dan Perda Ditegakkan Tegas

16 Juni 2026 - 13:06 WIB

20260615

Ribuan Warga Mimika Ramaikan Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026 - 06:26 WIB

IMG 20260616 WA0021

DAPUR ADALAH KUNCI: Moderasi Beragama Harus Berujung di Meja Makan 

16 Juni 2026 - 03:52 WIB

IMG 20260616 WA0133

BPPKAD Papua Tengah: Dana Otsus Sudah Dialokasikan dan Ditransfer ke Pemerintah Daerah

16 Juni 2026 - 02:56 WIB

IMG 20260616 WA0121
Trending di Headline