Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Nabire Dihantui Angka 10.822 Kasus HIV, Tertinggi se-Papua Tengah

adminbadge-check


					Peringatan Hari AIDS Sedunia di Nabire Dihantui Angka 10.822 Kasus HIV, Tertinggi se-Papua Tengah Perbesar

NABIRE – Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Nabire tahun 2025 menjadi sorotan serius terkait tingginya angka kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Nabire, melalui Plt. Sekretaris Daerah, bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menggelar rangkaian kegiatan di halaman Kantor Bupati Nabire, Senin (1/12/2025), dengan tema “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.

Kehadiran Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, S. IP, menegaskan fakta mengkhawatirkan: Kabupaten Nabire masih menjadi wilayah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua Tengah.

Anouw secara spesifik menyebutkan jumlah kasus yang fantastis dan menjadi fokus utama perhatian.

“Kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua Tengah berada di Kabupaten Nabire dengan total kasus sebanyak 10.822. Kami memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire yang memperingati hari HIV/AIDS ini secara khusus,” ujar Freny Anouw.

Jumlah 10.822 kasus ini menuntut perhatian dan aksi kolektif segera dari semua pihak.

Momentum peringatan ini juga digunakan untuk mengenang korban jiwa serta memperkuat upaya pencegahan dan pengobatan. Anouw menekankan tanggung jawab pemerintah daerah untuk melengkapi dan memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang mudah diakses, termasuk:

  • Dukungan sarana dan prasarana.

  • Tenaga kesehatan yang memadai.

  • Layanan konseling dan pemeriksaan.

“Banyak layanan di bawah yang masih memiliki kendala akses. Pemerintah daerah perlu melengkapinya supaya masyarakat yang membutuhkan tidak kesulitan,” tegasnya.

Anouw juga mengingatkan bahwa peningkatan angka kasus—sekalipun tinggi—tidak boleh mengejutkan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk melakukan pencegahan dini, termasuk penularan dari ibu ke anak.

Selain itu, kolaborasi lintas pihak dari pemerintah, RT/RW, lembaga adat, hingga organisasi kemasyarakatan sangat penting untuk edukasi, sosialisasi, dan pencegahan dini.

Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS, serta meningkatkan kesadaran demi menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat. Bahkan, disebutkan bahwa ada pasien HIV di Nabire yang berhasil bertahan hidup hingga lebih dari sepuluh tahun berkat rutin mengikuti terapi pengobatan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023

Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA Cabut Papan Satgas PKH, Tanam Salib Merah dan Papan Adat di Siriwo-Dipa

4 September 2026 - 15:12 WIB

IMG 20260904 WA0056

Temu Alumni Binterbushi ke-5 Digelar di Timika, Jadi Ruang Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi bagi Papua

4 September 2026 - 15:08 WIB

20260904

Inspektur Deiyai Bagikan Pakaian Dinas dan Atribut kepada Seluruh Pegawai Inspektorat

4 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260904 WA0046
Trending di Headline