Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

DPRPT dan Gubernur Sepakat Fasilitasi Perdamaian, Target Turlap Awal Desember

adminbadge-check


					DPRPT dan Gubernur Sepakat Fasilitasi Perdamaian, Target Turlap Awal Desember Perbesar

NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) dan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, telah mencapai kesepakatan untuk mengambil langkah strategis dalam memfasilitasi dan menyelesaikan konflik yang terjadi di Distrik Kapiraya.

​Kesepakatan ini disampaikan oleh Anggota DPR Papua Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Maksimus Takimai, usai melakukan pertemuan koordinasi dengan Gubernur di Kantor Gubernur Papua Tengah, pada Rabu (26/11/25).

​Maksimus Takimai menegaskan perlunya menghentikan konflik dengan kekerasan yang hanya akan merusak tatanan sosial yang sudah lama terjalin. Ia menekankan bahwa jalan damai adalah solusi terbaik.

​“Konflik di Kapiraya itu saya menduga disebabkan karena batas adat, batas pemerintah antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika. Kemudian yang juga memicu adalah kegiatan tambang,” ungkap Maksimus kepada wartawan.

Untuk menuntaskan persoalan ini, Maksimus menyatakan bahwa penyelesaian harus ditempuh melalui jalur damai antara Suku Mee dan Suku Kamoro, serta melibatkan Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Mimika. Selain itu, aktivitas tambang di Kapiraya juga harus dihentikan demi terciptanya situasi yang kondusif.

​“Langkah seperti ini kita akan lakukan tentu bersama-sama dengan Gubernur. Kami tadi sudah sepakati [Turlap] awal Desember,” ujarnya.

​Maksimus menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRPT akan segera menyusun langkah-langkah teknis penanganan konflik. Setelah persiapan rampung, seluruh pihak yang terlibat akan turun langsung ke lapangan (Turlap) untuk menyelesaikan semua akar masalah secara komprehensif.

​“Setelah oke semua, kami semua akan turun di sana untuk menyelesaikan batas adat, batas pemerintah maupun persoalan aktivitas tambang. Intinya kita akan tuntaskan secara komprehensif,” pungkasnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Maksimus Takimai juga turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat konflik tersebut. Salah satu korban yang meninggal dunia adalah tokoh agama Kapiraya, Gembala Ev. Neleas Peuki, serta sejumlah warga yang mengalami luka-luka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News