Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya

adminbadge-check


					Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya Perbesar

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan alasan di balik perlambatan signifikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Papua Tengah mengalami kontraksi sebesar minus 4,74% (year-on-year) pada kuartal III-2025.

Mendagri Tito menyampaikan laporan ini usai rapat terbatas di Istana Negara pada Senin (24/11/2025) lalu. Ia menyebutkan bahwa daerah yang mengalami kontraksi adalah Papua Tengah, khususnya yang mencakup kawasan operasi PT Freeport Indonesia.

Tito Karnavian memaparkan secara spesifik penyebab anjloknya ekonomi tersebut sebagai berikut:

“Di mana yang tertinggi misalnya Maluku Utara, ada yang minus yaitu Papua Tengah. Saya sampaikan, tanya beliau kenapa penyebabnya, diantaranya karena adanya ekspor dari Freeport yang tertahan, adanya smelter yang pernah terbakar, kemudian ada longsor yang membuat produksinya mereka menjadi tertahan.”

Tito menambahkan bahwa dampak dari gangguan ini sangat terasa di tingkat regional:

“Itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah, Timika mengalami kontraksi minus 8%. Tapi ada daerah lain yang tinggi, jadi saya sampaikan ada pem-balance-nya,” kata Tito, usai rapat.

Sebagai informasi tambahan, gangguan yang dimaksud, terutama insiden longsor di kawasan Grasberg Block Cave (GBC), diketahui menyebabkan produksi dan penjualan tembaga serta emas Freeport mengalami penurunan signifikan, bahkan membuat kapasitas produksi Freeport menurun hingga sekitar 70%.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023

Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA Cabut Papan Satgas PKH, Tanam Salib Merah dan Papan Adat di Siriwo-Dipa

4 September 2026 - 15:12 WIB

IMG 20260904 WA0056

Temu Alumni Binterbushi ke-5 Digelar di Timika, Jadi Ruang Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi bagi Papua

4 September 2026 - 15:08 WIB

20260904

Inspektur Deiyai Bagikan Pakaian Dinas dan Atribut kepada Seluruh Pegawai Inspektorat

4 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260904 WA0046
Trending di Headline