Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya

adminbadge-check


					Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya Perbesar

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan alasan di balik perlambatan signifikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Papua Tengah mengalami kontraksi sebesar minus 4,74% (year-on-year) pada kuartal III-2025.

Mendagri Tito menyampaikan laporan ini usai rapat terbatas di Istana Negara pada Senin (24/11/2025) lalu. Ia menyebutkan bahwa daerah yang mengalami kontraksi adalah Papua Tengah, khususnya yang mencakup kawasan operasi PT Freeport Indonesia.

Tito Karnavian memaparkan secara spesifik penyebab anjloknya ekonomi tersebut sebagai berikut:

“Di mana yang tertinggi misalnya Maluku Utara, ada yang minus yaitu Papua Tengah. Saya sampaikan, tanya beliau kenapa penyebabnya, diantaranya karena adanya ekspor dari Freeport yang tertahan, adanya smelter yang pernah terbakar, kemudian ada longsor yang membuat produksinya mereka menjadi tertahan.”

Tito menambahkan bahwa dampak dari gangguan ini sangat terasa di tingkat regional:

“Itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah, Timika mengalami kontraksi minus 8%. Tapi ada daerah lain yang tinggi, jadi saya sampaikan ada pem-balance-nya,” kata Tito, usai rapat.

Sebagai informasi tambahan, gangguan yang dimaksud, terutama insiden longsor di kawasan Grasberg Block Cave (GBC), diketahui menyebabkan produksi dan penjualan tembaga serta emas Freeport mengalami penurunan signifikan, bahkan membuat kapasitas produksi Freeport menurun hingga sekitar 70%.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News