Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

STAK Nabire Yudisium 206 Lulusan S1 dan S2 Angkatan ke-13 

Etty Welerbadge-check


					STAK Nabire Yudisium 206 Lulusan S1 dan S2 Angkatan ke-13  Perbesar

NABIRE — Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Nabire menggelar Yudisium Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) Angkatan ke-13 Tahun Akademik 2025/2026, Selasa (25/11/2025), di Aula STAK Nabire. Tema kegiatan tahun ini adalah “Diutus untuk Membalut Luka Orang-Orang yang Terluka” yang diangkat dari Lukas 4:18.

Sebanyak 206 peserta dinyatakan lulus, terdiri dari 11 lulusan Pascasarjana serta 195 lulusan Sarjana dari program studi Teologi, PAK (Pendidikan Agama Kristen), dan Kepemimpinan Kristen.

Img 20251125 wa0126

Ketua STAK: Lulusan Harus Menjadi Agen Pemulihan

Ketua STAK Nabire, Pdt. Dr. Yance Nawipa, M.Th, dalam sambutannya menegaskan bahwa yudisium bukan hanya pengakuan akademik, tetapi juga peneguhan rohani.

Img 20251125 wa0129(1)

“Tema ini profetis: Diutus untuk Membalut Luka Orang-Orang yang Terluka. Hari ini kalian tidak hanya disahkan sebagai sarjana dan magister, tetapi diutus sebagai pelayan yang membawa pemulihan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa dunia, khususnya konteks Papua, masih dipenuhi luka sosial—ketidakadilan, konflik, kemiskinan, dan penderitaan. Karena itu, lulusan STAK diharapkan hadir sebagai pembawa pengharapan dan rekonsiliasi.

Pdt. Yance menegaskan bahwa pelayanan masa kini membutuhkan pemimpin yang berteologi secara membumi, memiliki hati yang lembut, telinga yang peka, serta tangan yang siap menolong.

“Melayani berarti hadir dalam penderitaan orang lain, mendengar sebelum berbicara, mengajar dengan kasih, dan memimpin dengan integritas,” katanya.

Ia berharap para lulusan menjadi pemimpin yang rendah hati, guru yang membawa perubahan, dan gembala yang dekat dengan umat yang dilayani.

Apresiasi Kepada Dosen dan Orang Tua

Dalam kesempatan itu, Ketua STAK menyampaikan terima kasih kepada para dosen, senat akademik, tenaga kependidikan, dan orang tua mahasiswa yang telah mendukung perjalanan studi para peserta yudisium.

“Gelar akademik adalah anugerah, tetapi karakter dan hati seorang pelayan adalah kesaksian yang sesungguhnya,” tegasnya.

Diutus Membawa Terang ke Tengah Masyarakat

Menutup sambutan, ia menegaskan bahwa setiap lulusan telah diperlengkapi untuk menjadi agen kesembuhan di mana pun mereka ditempatkan.

“Pergilah dan jadilah terang serta garam. Kiranya Tuhan, Sang Tabib Agung, memakai hidup saudara-saudara untuk membalut luka dunia,” pungkasnya.

Acara yudisium yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa berkat dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan angkatan ke-13 STAK Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News