Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

Prabowo Perintahkan Audit Total Rumah Sakit dan Pejabat Kesehatan di Papua Usai Kasus Ibu Hamil Meninggal Ditolak Empat RS

adminbadge-check


					Prabowo Perintahkan Audit Total Rumah Sakit dan Pejabat Kesehatan di Papua Usai Kasus Ibu Hamil Meninggal Ditolak Empat RS Perbesar

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan audit menyeluruh terhadap rumah sakit dan pejabat di sektor kesehatan Provinsi Papua. Perintah ini dikeluarkan menyusul insiden tragis meninggalnya seorang ibu hamil, Irene Sokoy, beserta bayinya setelah layanan medisnya ditolak oleh empat rumah sakit berbeda di wilayah tersebut.

​Perintah audit ini disampaikan Presiden kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (24/11/2025).

​ Audit Melibatkan Fasilitas dan Tata Kelola

​Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa audit internal ini bersifat komprehensif, tidak hanya menyasar fasilitas kesehatan, tetapi juga pejabat terkait.

​”Perintah beliau untuk segera lakukan perbaikan, audit,” kata Tito usai bertemu Presiden Prabowo. “Audit internal ini menyasar rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah, termasuk juga pejabat-pejabat yang di Dinas Kesehatan dan lain-lain, baik Provinsi maupun Kabupaten.”

​Audit juga akan mencakup peninjauan ulang terhadap tata kelola dan peraturan daerah, termasuk Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati, untuk mengidentifikasi letak permasalahan, apakah pada fasilitas, tata kelola, personel, atau aturan yang berlaku.

​Sebagai tindak lanjut, Mendagri telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menkes Budi dan tim Kemendagri dilaporkan telah bertolak menuju Jayapura, Papua, untuk melakukan audit teknis layanan kesehatan di lapangan.

Menurut Tito, pesan utama dari Presiden Prabowo adalah agar tragedi serupa tidak boleh terulang kembali.

​”Kita tidak ingin terulang lagi. Sama tadi pesan dari Pak Presiden jangan sampai terulang lagi hal yang sama. Segera lakukan audit untuk mengetahui pokok masalahnya dan lakukan perbaikan,” tegasnya.

Insiden yang memicu reaksi keras Presiden ini terjadi pada Senin (17/11/2025), ketika Irene Sokoy meninggal dunia setelah melalui penolakan layanan medis. Keluarga korban menceritakan bahwa Irene ditolak oleh empat rumah sakit, yaitu RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura, dan RS Bhayangkara.

​Penolakan terjadi karena berbagai alasan, mulai dari ketiadaan dokter di tempat, lambatnya proses rujukan, hingga permintaan uang muka sebesar Rp 4 juta di salah satu RS karena kamar BPJS yang penuh.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News