Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

News

Prabowo Perintahkan Audit Total Rumah Sakit dan Pejabat Kesehatan di Papua Usai Kasus Ibu Hamil Meninggal Ditolak Empat RS

adminbadge-check


					Prabowo Perintahkan Audit Total Rumah Sakit dan Pejabat Kesehatan di Papua Usai Kasus Ibu Hamil Meninggal Ditolak Empat RS Perbesar

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan audit menyeluruh terhadap rumah sakit dan pejabat di sektor kesehatan Provinsi Papua. Perintah ini dikeluarkan menyusul insiden tragis meninggalnya seorang ibu hamil, Irene Sokoy, beserta bayinya setelah layanan medisnya ditolak oleh empat rumah sakit berbeda di wilayah tersebut.

​Perintah audit ini disampaikan Presiden kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (24/11/2025).

​ Audit Melibatkan Fasilitas dan Tata Kelola

​Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa audit internal ini bersifat komprehensif, tidak hanya menyasar fasilitas kesehatan, tetapi juga pejabat terkait.

​”Perintah beliau untuk segera lakukan perbaikan, audit,” kata Tito usai bertemu Presiden Prabowo. “Audit internal ini menyasar rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah, termasuk juga pejabat-pejabat yang di Dinas Kesehatan dan lain-lain, baik Provinsi maupun Kabupaten.”

​Audit juga akan mencakup peninjauan ulang terhadap tata kelola dan peraturan daerah, termasuk Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati, untuk mengidentifikasi letak permasalahan, apakah pada fasilitas, tata kelola, personel, atau aturan yang berlaku.

​Sebagai tindak lanjut, Mendagri telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menkes Budi dan tim Kemendagri dilaporkan telah bertolak menuju Jayapura, Papua, untuk melakukan audit teknis layanan kesehatan di lapangan.

Menurut Tito, pesan utama dari Presiden Prabowo adalah agar tragedi serupa tidak boleh terulang kembali.

​”Kita tidak ingin terulang lagi. Sama tadi pesan dari Pak Presiden jangan sampai terulang lagi hal yang sama. Segera lakukan audit untuk mengetahui pokok masalahnya dan lakukan perbaikan,” tegasnya.

Insiden yang memicu reaksi keras Presiden ini terjadi pada Senin (17/11/2025), ketika Irene Sokoy meninggal dunia setelah melalui penolakan layanan medis. Keluarga korban menceritakan bahwa Irene ditolak oleh empat rumah sakit, yaitu RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura, dan RS Bhayangkara.

​Penolakan terjadi karena berbagai alasan, mulai dari ketiadaan dokter di tempat, lambatnya proses rujukan, hingga permintaan uang muka sebesar Rp 4 juta di salah satu RS karena kamar BPJS yang penuh.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline