Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

Identitas Baru Perjuangan, Ketua DPD RI Tekankan Paradigma Parlemen Hijau

adminbadge-check


					Identitas Baru Perjuangan, Ketua DPD RI Tekankan Paradigma Parlemen Hijau Perbesar

BANDUNG — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa periode kepemimpinannya akan menjadi titik balik bagi lembaga parlemen daerah dengan mengusung paradigma baru, yaitu Parlemen Hijau (Green Parliament).

Penegasan ini disampaikan Sultan dalam acara Press Gathering bersama Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) di Bandung, Sabtu (22/11). Ia memastikan bahwa DPD periode ini merupakan periode paling solid dan akan fokus pada relevansi lembaga, bukan sekadar mengejar kewenangan.

“Kami tidak mengejar kewenangan semata, tetapi relevansi—bahwa DPD benar-benar menjadi rumah aspirasi daerah, ekosistem, masyarakat adat, hingga isu lingkungan,” ujar Sultan.

Sultan menjelaskan, paradigma Parlemen Hijau merupakan identitas baru DPD RI yang lahir dari gagasan besar Green Democracy. Konsep ini diturunkan menjadi implementasi praktis seperti green diplomacy, green economy, green Indonesia, dan green governance. Tujuannya adalah memperkuat posisi tawar daerah dalam menghadapi isu strategis global, khususnya perubahan iklim dan keberlanjutan pembangunan.

Untuk memperkuat perubahan ini, DPD menetapkan tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) prioritas yang menjadi pilar utama perjuangan, yaitu:

  1. RUU Perubahan Iklim

  2. RUU Masyarakat Adat

  3. RUU Kepulauan

“Ini bentuk diferensiasi DPD. Kami mengurus hal-hal yang melekat pada identitas daerah: ekologi, kepulauan, sungai, flora, fauna, hingga struktur sosial masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sultan menekankan bahwa DPD bukanlah partai politik dan tidak mengenal istilah oposisi. Lembaga ini harus menjadi mitra strategis bagi pihak eksekutif (pemerintah) dan DPR untuk percepatan pembangunan nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, turut memberikan pandangan mengenai tantangan koordinasi antarlembaga. Ia mengakui masih ada hambatan teknis dan komunikasi yang mengganggu efektivitas kerja, terutama saat agenda legislatif DPR muncul mendadak.

Meskipun demikian, GKR Hemas mengapresiasi perubahan positif dalam hubungan antarlembaga. “Sekarang DPR sudah memberi ruang berdiskusi dan menyampaikan masukan. Itu luar biasa,” tuturnya, sambil menyoroti perlunya sinergi penuh terkait usulan daerah otonomi baru (DOB) yang membutuhkan kolaborasi antara pusat dan daerah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News