Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

SKP Se-Papua Desak Hentikan Operasi Militer, Soroti Krisis Pengungsi dan Ancaman PSN

adminbadge-check


					SKP Se-Papua Desak Hentikan Operasi Militer, Soroti Krisis Pengungsi dan Ancaman PSN Perbesar

TIMIKA – Koalisi Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Se Tanah Papua mendesak penghentian segera operasi militer dan pemulihan martabat kemanusiaan di Tanah Papua. Seruan ini disampaikan dalam konferensi pers bertajuk “Hentikan Kekerasan dan Pulihkan Martabat Kemanusiaan di Tanah Papua” yang digelar di Timika, Jumat (7/11/2025).

Dalam siaran pers yang dibacakan oleh Saul Wanimbo, koalisi SKP menyoroti situasi Papua tahun 2025 yang masih berada dalam pusaran konflik bersenjata, ketegangan politik, dan ketimpangan sosial-ekonomi yang mendalam. Manfaat dari Otonomi Khusus dan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) dinilai belum dirasakan oleh masyarakat akar rumput, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

“Setiap usaha menyampaikan aspirasi secara damai ditanggapi secara represif, termasuk kriminalisasi terhadap aktivis dan intimidasi,” demikian pernyataan pers tersebut.

Berikut adalah tiga isu utama yang menjadi sorotan SKP Se Tanah Papua:

1. Krisis Pengungsian Akibat Militerisasi

SKP memaparkan data pastoral yang menunjukkan krisis kemanusiaan akibat kekerasan bersenjata yang terstruktur. Tercatat lebih dari 4.469 pengungsi di Kabupaten Puncak dan 1.231 pengungsi di Intan Jaya.

Koalisi juga mengecam keras penggunaan fasilitas publik oleh aparat keamanan. “Kantor distrik, gedung sekolah, puskesmas, bahkan rumah warga dijadikan sebagai pos militer,” ungkap SKP, merujuk pada situasi di Pegunungan Bintang serta Aifa Timur dan Selatan. Praktik ini disebut telah menimbulkan intimidasi dan rasa tidak aman di tengah masyarakat sipil.

2. Ancaman Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap Hak Adat

SKP menyoroti Proyek Strategis Nasional di Merauke yang mencakup lebih dari 2 juta hektar lahan untuk food estate dan bioenergi. Proyek ini dikhawatirkan merampas hutan adat dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat Malin, Ji, Makleo, dan Cima.

“Proyek ini dijalankan tanpa proses AMDAL yang transparan dan mengabaikan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) terhadap masyarakat adat pemilik tanah wilayat,” tegas SKP.

3. Krisis Sosial: HIV/AIDS dan Miras

Kondisi sosial di Papua juga dinilai mengkhawatirkan. Epidemi HIV/AIDS disebut telah mencapai lebih dari 26.000 kasus. Selain itu, peredaran minuman beralkohol (miras) yang tidak terkendali dituding menjadi salah satu penyebab utama sebagian besar masalah kriminalitas di Papua.

Tuntutan Utama SKP Se-Papua

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, SKP Se Tanah Papua mengeluarkan delapan tuntutan kepada Pemerintah RI, TNI/Polri, dan Pemerintah Daerah. Poin-poin utamanya adalah:

* Menghentikan segera operasi militer dan pengiriman pasukan non-organik, serta mewujudkan jeda kemanusiaan.

* Menghentikan penggunaan fasilitas publik (gereja, sekolah, puskesmas) sebagai pos militer.

* Memulangkan para pengungsi ke kampung halaman mereka dan membuka akses bantuan kemanusiaan.

* Menghentikan Proyek Strategis Nasional yang merampas hak adat dan melanggar prinsip FPIC.

* Mendorong dialog politik Jakarta-Papua dan rekonsiliasi nasional melalui mediasi pihak netral.

“Gereja Katolik di tanah Papua… tetap setia pada panggilan kenabian menjadi suara bagi yang tak bersuara,” tutup pernyataan tersebut, yang ditandatangani oleh para direktur dan ketua SKP dari Keuskupan Jayapura, Agat, Timika, Sorong, dan Merauke.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungan Pasien di Puskesmas Waghete Deiyai Tembus 80 Orang per Hari

6 November 2026 - 11:26 WIB

IMG 20261106 WA0022

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019
Trending di News