TIMIKA – Kasus malaria masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di wilayah pelayanan Puskesmas Timika Jaya. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 10.458 kasus positif malaria dari total 150.776 pemeriksaan yang dilakukan.
Kepala Puskesmas Timika Jaya, dr. Jeannette Esther Maria Suak, M.K.M., mengungkapkan bahwa Kelurahan Timika Jaya menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi, yakni mencapai 3.096 kasus.
Disusul Kelurahan Wanagon dengan 2.961 kasus, Kampung Minabua sebanyak 1.611 kasus, dan Kampung Hangaitji sebanyak 1.464 kasus. Sementara itu, sebanyak 1.326 kasus lainnya ditemukan pada warga yang berasal dari luar wilayah pelayanan Puskesmas Timika Jaya.
“Ini merupakan data temuan kasus yang kami layani sejak Januari hingga Oktober,” ungkap dr. Jeannette saat memberikan keterangan di Timika, Kamis (5/11/2026).
Untuk mengendalikan penyebaran malaria, Puskesmas Timika Jaya terus memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan. Data tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus acuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menentukan langkah penanganan yang lebih efektif.
Selain memperkuat pendataan, pihak puskesmas juga memastikan pasien yang dinyatakan positif malaria memperoleh pengobatan sesuai standar medis. Edukasi kepada pasien mengenai pentingnya mengonsumsi obat secara teratur hingga tuntas menjadi salah satu perhatian utama.
Menurut dr. Jeannette, ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan masih menjadi tantangan serius. Sebab, ada pasien yang tidak mengonsumsi obat sesuai jadwal atau menghentikan pengobatan sebelum seluruh obat yang diberikan habis.
“Pengawasan minum obat (PMO) ini benar-benar gencar kami lakukan, karena salah satu penyebab malaria berulang adalah pasien tidak patuh, baik tidak tepat waktu maupun tidak menuntaskan seluruh obatnya,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Puskesmas Timika Jaya melibatkan kader malaria di kampung-kampung dalam pelaksanaan program Pengawas Minum Obat (PMO). Kader bertugas membantu memantau pasien agar disiplin mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan sampai pengobatan selesai.
Di sisi lain, dr. Jeannette mengajak masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi turut mengambil peran dalam mencegah penularan malaria, dimulai dari lingkungan rumah dan tempat tinggal masing-masing.
Masyarakat diimbau rutin membersihkan lingkungan, menghindari genangan air, tidak membiarkan sampah menumpuk di sekitar rumah, serta menggunakan kelambu secara konsisten saat tidur, baik siang maupun malam hari.
Ia berharap keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan langkah pencegahan, serta mematuhi pengobatan dapat menekan penularan malaria dan mengurangi jumlah kasus di wilayah pelayanan Puskesmas Timika Jaya. (Cr3)






