DEIYAI — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, S.Pd., bersama pegawai dan staf honorer Dinas Pertanian turun langsung ke kebun masyarakat untuk melaksanakan sosialisasi sekaligus menyerahkan bantuan bibit kopi kepada para petani kopi di Kabupaten Deiyai, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian untuk memperluas areal tanam kopi, meningkatkan produksi, serta membuka akses pemasaran yang lebih baik bagi petani kopi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Aleks Pigai menjelaskan bahwa pengembangan kopi di Kabupaten Deiyai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, Dinas Pertanian tidak hanya membagikan bibit, tetapi juga memberikan informasi langsung mengenai tempat pemasaran dan harga jual kopi kepada petani.
“Kami di Kabupaten Deiyai sudah memiliki tempat pemasaran kopi. Karena itu, kami dari Dinas Pertanian turun langsung ke kebun kopi untuk menyosialisasikan tempat pemasaran kepada para petani. Kami ingin petani mengetahui ke mana hasil panen mereka harus dibawa,” ungkap Aleks Pigai.
Ia mengatakan, bantuan bibit kopi yang disalurkan kepada masyarakat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas lahan penanaman dan meningkatkan jumlah produksi kopi di Kabupaten Deiyai.
Menurutnya, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah dikenal hingga pasar dunia. Ia bahkan menyebut kopi sebagai “emas hitam” karena memiliki potensi memberikan penghasilan jangka panjang bagi masyarakat.
“Kopi ini sudah mendunia. Kopi adalah emas hitam. Saat ini, harga yang kami informasikan kepada petani mencapai Rp100.000 per kilogram. Jadi, masyarakat harus melihat peluang ini dan mulai memperluas tanaman kopi,” katanya.
Aleks juga mengarahkan para petani agar hasil panen kopi yang sudah siap dijual dibawa ke Dinas Pertanian untuk selanjutnya diarahkan ke tempat pembeli dengan harga yang telah disosialisasikan.
Ia menambahkan, usaha perkebunan kopi merupakan investasi jangka panjang. Jika masyarakat mulai menanam dan merawat kopi sejak sekarang, hasilnya tidak hanya dinikmati oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh anak cucu di masa mendatang.
“Kalau kita serius mengembangkan usaha kopi, kita bisa memiliki penghasilan. Bahkan, anak cucu kita juga akan menikmati hasilnya karena kopi merupakan tanaman jangka panjang apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu petani kopi, Yulianus Waine, menceritakan bahwa dirinya telah mengenal dan mengembangkan tanaman kopi sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, tanaman kopi yang dimilikinya merupakan warisan pengalaman pertanian dari orang tuanya sejak sekitar tahun 1960-an, pada masa pelayanan SPL Katolik.
“Saya punya tanaman kopi ini sejak tahun 1960-an. Waktu itu orang tua saya sudah menanam kopi. Karena orang tua sudah lanjut usia, sekarang saya yang melanjutkan menanam dan merawat tanaman kopi tersebut,” ungkap Yulianus.
Ia menjelaskan bahwa orang tuanya telah mengajarkan cara menanam, merawat, hingga memanen kopi. Namun, selama ini petani menghadapi kendala utama, yakni terbatasnya akses pemasaran hasil panen.
“Dulu kami menjual kopi ke Moanemani, Kabupaten Dogiyai, dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram. Kendala utama kami adalah tempat pemasaran. Sekarang Dinas Pertanian turun langsung ke kebun dan memberikan informasi baru tentang pemasaran kopi. Ini menjadi dorongan bagi kami sebagai petani untuk terus mengembangkan tanaman kopi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Aleks Pigai juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat petani kopi agar bantuan bibit yang telah diserahkan benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pertanian akan terus mendorong pengembangan perkebunan kopi serta melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman milik masyarakat.
“Harapan saya, bapak dan ibu petani kopi, bibit yang sudah kami antar langsung ke kebun ini harus ditanam dan dirawat. Mari kita memperkuat usaha penanaman kopi di Kabupaten Deiyai. Kalau bapak dan ibu menanam kopi tahun ini, tahun depan saya akan turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangannya seperti hari ini,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan penyaluran bibit tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian berharap masyarakat semakin termotivasi mengembangkan perkebunan kopi sebagai salah satu sumber ekonomi keluarga.
Pengembangan kopi di Deiyai diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani serta menjadi warisan ekonomi produktif bagi generasi mendatang. (Cr4)






