Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

News

Stella Misiro Apresiasi Barapen Keladi Jemaat Anugerah, Dorong Kemandirian Masyarakat Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Stella Misiro Apresiasi Barapen Keladi Jemaat Anugerah, Dorong Kemandirian Masyarakat Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah, Stella Theresia Uce Misiro, S.Hut., yang dikenal sebagai Stella Misiro, mengapresiasi inisiatif Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Jemaat Anugerah, Klasis Wanggar, yang menggelar makan sumbang bakar batu atau barapen keladi untuk mendukung pembangunan pagar gereja.

Apresiasi tersebut disampaikan Stella saat menghadiri kegiatan makan sumbang di halaman Gereja Jemaat Anugerah, Jalan SP 2 Kilometer 5, Waroki, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Kamis (29/10/2026).

Menurut Stella, kegiatan yang dilaksanakan untuk kedua kalinya itu menunjukkan bahwa pembangunan dapat dimulai dari kemampuan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat sendiri.

Ia menilai, keterlibatan seluruh jemaat menjadi hal penting karena pembangunan tidak semata-mata bergantung pada tokoh atau orang-orang yang memiliki kemampuan finansial besar.

“Langkah yang dilakukan ini tidak melihat siapa orang besar yang ada di dalam jemaat, tetapi bagaimana keterlibatan semua jemaat untuk mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan,” ujar Stella.

Ia menjelaskan, Jemaat Anugerah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam keladi dan sayur-mayur. Hasil kebun tersebut kemudian diolah menjadi hidangan barapen untuk dinikmati bersama, sekaligus membuka kesempatan bagi jemaat dan tamu undangan memberikan sumbangan secara sukarela.

Bagi Stella, pola tersebut merupakan contoh kemandirian yang patut dikembangkan di berbagai komunitas di Papua Tengah.

Menurutnya, masyarakat dapat memulai pekerjaan dengan mengelola potensi yang dimiliki, baik berupa lahan, tenaga, hasil pertanian, maupun sumber daya lainnya, sebelum mengharapkan dukungan dari pihak luar.

“Ini budaya yang baik untuk kita terapkan. Kita kelola dulu apa yang ada di tangan kita. Sumber daya yang Tuhan berikan dimanfaatkan, kemudian hasilnya digunakan untuk membuka ruang bagi setiap orang memberikan sumbangan secara sukarela tanpa paksaan,” katanya.

Stella juga menyoroti keberhasilan makan sumbang pertama Jemaat Anugerah yang menggunakan hasil panen jagung dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp100 juta berdasarkan laporan panitia.

Dana tersebut membantu memulai pembangunan pagar gereja yang kini telah dikerjakan secara bertahap.

Ia berharap kegiatan makan sumbang kedua dengan memanfaatkan keladi dan sayur-mayur dapat kembali menggerakkan partisipasi jemaat sehingga pembangunan pagar gereja dapat diselesaikan.

Lebih jauh, Stella menekankan bahwa semangat kemandirian perlu menjadi bagian dari pola pikir masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak harus menunggu bantuan atau bergantung pada pihak tertentu untuk memulai suatu pekerjaan.

Ia mendorong masyarakat Papua Tengah agar membangun kebiasaan memanfaatkan potensi lokal, mengembangkan inisiatif bersama, serta memberikan ruang bagi partisipasi sukarela dalam setiap kegiatan pembangunan.

“Prinsipnya, budaya ini harus kita terapkan di mana saja, terutama di Papua Tengah. Kita belajar melakukan terlebih dahulu apa yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan. Nanti Tuhan akan menyempurnakan atau menjadikan pekerjaan itu lebih baik,” tuturnya.

Pandangan tersebut disampaikan dalam konteks kegiatan Jemaat Anugerah yang menggabungkan pemanfaatan hasil kebun, kebersamaan, dan penggalangan dana untuk kepentingan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, Stella berharap semangat kemandirian dan gotong royong dapat terus berkembang di tengah masyarakat Papua Tengah, sehingga berbagai kebutuhan bersama dapat diperjuangkan melalui inisiatif lokal dan keterlibatan banyak pihak. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kadis Pertanian Deiyai Dorong Warga Tanam Kopi dan Teh, Pasar Dinilai Menjanjikan

29 Oktober 2026 - 11:07 WIB

IMG 20261029 WA0097

Jemaat Anugerah Kingmi Nabire Gelar Barapen Keladi untuk Galang Dana Pembangunan Pagar Gereja

29 Oktober 2026 - 10:37 WIB

IMG 20261029 WA0093

Petani Kopi Deiyai Berharap Festival Kopi Papua Tengah Buka Akses Pasar dan Dukungan Modal

29 Oktober 2026 - 08:23 WIB

IMG 20261029 WA0088

Gubernur Meki Nawipa Buka Festival Kopi Papua Tengah, Siapkan Pembinaan 50 Petani per Kabupaten

29 Oktober 2026 - 07:44 WIB

IMG 20261029 WA0082

Polres Mimika Evakuasi ABK MT. Srikandi yang Sakit di Tengah Laut

29 Oktober 2026 - 07:20 WIB

IMG 20261029 WA0080
Trending di Headline