TIMIKA – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Mimika mengimbau para nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kabut asap yang mengganggu jarak pandang di perairan.
Kasat Polairud Polres Mimika, Iptu Kristianus Psakor, S.H., mengatakan kabut asap yang muncul akibat kebakaran mulai berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk pelayaran di wilayah perairan Mimika.
Ia secara khusus mengingatkan nelayan yang beraktivitas di kawasan Pomako serta masyarakat pesisir yang melakukan perjalanan antar kampung agar memperhatikan kondisi jarak pandang sebelum berlayar.
Menurut Iptu Kristianus, kabut asap tebal di sekitar muara Pomako membuat jalur masuk dan keluar muara sulit terlihat. Kondisi ini berpotensi menyulitkan nelayan saat melaut maupun ketika hendak kembali ke daratan.
“Di muara Pomako, khususnya di perairan, cukup sulit untuk mendekati muara-muara yang biasa kita masuki karena tertutup kabut asap yang tebal,” ujarnya.
Ia meminta para nelayan tidak memaksakan diri melaut terlalu jauh apabila jarak pandang terbatas. Nelayan juga diingatkan untuk tetap berada dalam jangkauan pandangan guna mengantisipasi kesulitan menemukan jalur masuk atau keluar muara.
“Kami mengimbau agar masyarakat jangan sampai berlayar atau pergi mencari ikan terlalu jauh dari jangkauan pandangan. Kami khawatir mereka tidak bisa melihat muara untuk masuk atau keluar karena tertutup asap,” katanya.
Imbauan tersebut ditujukan terutama kepada nelayan di kawasan Pelabuhan Pomako dan masyarakat pesisir yang menggunakan transportasi laut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sebagai langkah antisipasi, Sat Polairud Polres Mimika berencana mendatangi lokasi-lokasi tempat berkumpulnya nelayan untuk memberikan imbauan secara langsung.
Kristianus mengatakan pihaknya berencana melaksanakan kegiatan tersebut guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut di tengah kondisi kabut asap.
Ia berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan kondisi jarak pandang sebelum memutuskan untuk berlayar. Keselamatan harus menjadi prioritas, terutama ketika kabut asap menutupi jalur pelayaran dan muara di perairan Mimika. (IT)







