TIMIKA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar pertandingan Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Konferensi Kota Toleran (KKT) yang akan menjadi agenda nasional.
Turnamen ini diharapkan menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dan memperkuat toleransi antarumat beragama, khususnya di kalangan generasi muda di Kabupaten Mimika.
Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Jefrey Chris Hutagalung, mengatakan bahwa penyelenggaraan turnamen mini soccer tersebut merupakan salah satu upaya FKUB dalam menyambut Konferensi Kota Toleran, setelah Kota Singkawang.
Menurutnya, terdapat dua kegiatan utama yang disiapkan FKUB untuk menyemarakkan rangkaian kegiatan tersebut, yakni pertandingan mini soccer dan konser musik yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Oktober 2026. Konser tersebut sekaligus menjadi puncak kegiatan FKUB pada bulan Oktober, termasuk penyerahan hadiah kepada para peserta, baik tim yang bertanding maupun peserta eksibisi.
Jefrey menjelaskan, Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup 2026 diikuti delapan tim dan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Oktober 2026.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama turnamen ini bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan mempererat hubungan persaudaraan antarpemuda dari berbagai latar belakang agama di Timika.
“Pertandingan ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antarpemuda dari berbagai latar belakang agama di Timika,” ujarnya di lapangan Minisoccer Fantastic Sport Complex, Senin (12/10/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut mendapat dukungan dari seluruh pihak dan mampu menjadi sarana untuk membangun komunikasi, kebersamaan, serta memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Lebih lanjut, Jefrey menyampaikan bahwa semangat toleransi yang dibangun melalui olahraga akan dilanjutkan melalui konser musik pada 16 Oktober mendatang. Dalam kegiatan itu, FKUB memilih menampilkan musisi lokal yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Papua.
Menurutnya, pilihan tersebut merupakan bentuk komitmen FKUB untuk memberikan ruang bagi potensi seni daerah sekaligus menyuarakan pesan persatuan melalui harmoni musik, nada, dan kata.
“Kami ingin menampilkan budaya dan seni yang erat kaitannya dengan kearifan lokal. Karena itu, kami berkoordinasi dengan teman-teman untuk menghadirkan musisi-musisi lokal yang menyuarakan narasi persatuan,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Ia berharap pertandingan berlangsung lancar dan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan kerukunan masyarakat.

Menurutnya, FKUB tidak hanya berperan sebagai jembatan kerukunan antarumat beragama, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarsuku dan antardaerah.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pertandingan dengan gembira, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kompetisi sebagai kesempatan untuk membangun kebersamaan.
“Semoga pertandingan ini membawa hal-hal baik ke depan, terutama dalam menjaga kerukunan. Kita bertanding untuk senang-senang dan membangun rasa kebersamaan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Manusia, Petrus Pali Amba, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Mimika kepada FKUB dan seluruh panitia pelaksana atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan positif tersebut.
Atas nama pemerintah daerah, ia menilai Mini Soccer Kerukunan FKUB Cup 2026 sebagai langkah nyata untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memperkuat kerukunan umat beragama melalui olahraga.

Petrus mengatakan, Kabupaten Mimika merupakan daerah yang kaya akan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara bersama.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk saling mengenal, menghargai, dan membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerukunan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui olahraga, para peserta dapat belajar tentang kerja sama, disiplin, kepercayaan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.
Petrus juga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kegiatan positif, khususnya olahraga, sekaligus mendorong mereka mengembangkan bakat, menjaga kesehatan, dan menjauhkan diri dari perilaku negatif.
Kepada seluruh peserta turnamen, ia berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, menaati peraturan, menghormati sesama pemain dan wasit, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Menurutnya, keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari jumlah gol atau kemenangan yang diraih, tetapi juga dari kemampuan seluruh peserta menjaga persahabatan dan persaudaraan, baik saat menang maupun kalah. (IT)







