Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Seorang Warga Meninggal dan PNS Alami Luka Serius

Etty Welerbadge-check


					Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Seorang Warga Meninggal dan PNS Alami Luka Serius Perbesar

TIMIKA – Dua peristiwa kekerasan yang terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 11–12 Oktober 2026, menyebabkan seorang warga sipil berinisial A (46) meninggal dunia dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial ET (51) mengalami luka berat.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo tengah menyelidiki kedua kejadian tersebut guna mengungkap kronologi secara menyeluruh sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Dalam proses penanganan, aparat gabungan telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Peristiwa pertama terjadi di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIT. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, sebelum ditemukan terluka, A diketahui sempat membantu menurunkan muatan sembako dari sebuah truk.

Setelah aktivitas tersebut, seorang saksi masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang-barang yang telah diturunkan. Tidak berselang lama, saksi kembali memeriksa keadaan dan mendapati A sudah tergeletak dalam kondisi terluka.

Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penanganan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo segera melakukan pemeriksaan awal di lokasi dan meminta keterangan saksi. Petugas juga mendatangi rumah sakit untuk mendukung proses penyelidikan.

Di tengah penanganan perkara, muncul informasi di media sosial yang menyebut A merupakan anggota intelijen TNI. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak satgas, A merupakan warga sipil yang tinggal dan bekerja di Distrik Dekai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., meminta masyarakat bersikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan peristiwa keamanan.

“Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen adalah tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkannya, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” kata Yusuf, Senin (12/10/2026).

Mengenai dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo yang disebut dipimpin Kopitua Heluka, kepolisian menyatakan bahwa dugaan tersebut masih didalami. Aparat menegaskan perlunya pemeriksaan terhadap keterangan saksi dan bukti yang ditemukan sebelum menarik kesimpulan.

Pada Senin (12/10/2026), jenazah A diberangkatkan dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat carter. Selanjutnya, jenazah direncanakan diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Sultan Hasanuddin untuk diserahkan kepada keluarga.

PNS Diserang Dua Orang Tak Dikenal

Kasus kekerasan kedua terjadi pada Senin (12/10/2026) pagi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai. Korban, ET (51), merupakan seorang PNS yang mengalami luka serius setelah diserang dua orang tidak dikenal.

Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya sedang menyapu halaman rumah. Dua orang yang membawa senjata tajam kemudian mendatangi dan menyerangnya.

Ketika berusaha melindungi diri dari serangan tersebut, ET mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan punggung bagian kanan. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dekai untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo langsung menindaklanjuti laporan penyerangan itu dengan mendatangi lokasi. Petugas mengamankan area, memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

Yusuf Sutejo menjelaskan, respons cepat dilakukan untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian dan menemukan pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan terhadap ET.

“Begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi TKP. Petugas melakukan pengumpulan alat bukti, meminta keterangan dari para saksi, dan melaksanakan olah TKP. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kedua kasus tersebut.

Menurutnya, proses penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan objektif dengan berlandaskan fakta serta alat bukti yang sah. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan turut menjaga keamanan di Kabupaten Yahukimo.

“Peristiwa ini menjadi perhatian kami karena menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan fakta serta alat bukti yang sah. Kami juga mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan di Yahukimo agar tetap kondusif,” tegas Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa penyelidikan atas kedua peristiwa tersebut masih berlangsung.

Ia mengatakan, keterangan para saksi dan berbagai informasi pendukung akan dianalisis serta dicocokkan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut.

“Penyelidikan masih terus berjalan. Keterangan saksi dan informasi pendukung yang telah diperoleh akan didalami serta dicocokkan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Adarma.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menegaskan bahwa penyelidikan terhadap kedua kasus kekerasan itu akan terus dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terkonfirmasi, serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Yahukimo. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kabut Asap Picu Libur Sekolah, Wabup Mimika Pastikan Penyaluran MBG untuk Pelajar Dihentikan Sementara

12 Oktober 2026 - 14:14 WIB

20261012

HUT ke-30 Mimika, Emanuel Kemong Tekankan Pembangunan Modern Tanpa Kehilangan Jati Diri Daerah

12 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Screenshot 20261012 224924 Facebook

HUT ke-30 Mimika, Pemkab Beri Apresiasi Perintis Kabupaten

12 Oktober 2026 - 13:43 WIB

IMG 20261012 223926

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Pemkab Mimika Terapkan PJJ untuk PAUD hingga SD

12 Oktober 2026 - 13:32 WIB

IMG 20261012 WA0028

HUT ke-30 Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan Pembangunan Bukan Hanya Tugas Pemerintah: Semua Harus Bergerak

12 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Screenshot 20261012 215426 TikTok
Trending di Headline