TIMIKA — Sebanyak 43 kepala keluarga di wilayah Aras, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini memiliki tempat ibadah yang lebih dekat setelah Gedung Gereja Bakal Jemaat Aras, Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua Klasis Mimika, resmi digunakan.
Gedung gereja yang berada di Jalan Pisang tersebut diresmikan Panglima Komando Operasi TNI Habema (Pangkoops Habema) Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., Minggu (20/9/2026).

Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung papan nama, penandatanganan prasasti, penyerahan kunci, dan pengguntingan pita.
Kehadiran gedung tersebut sekaligus mengubah status pelayanan Aras yang sebelumnya merupakan Pos Pelayanan Jemaat GPI Papua Tikulembang Galilea menjadi Bakal Jemaat Aras.
Selama ini, warga harus menuju kawasan Sam Ratulangi untuk mengikuti ibadah. Dengan adanya fasilitas baru tersebut, jemaat dapat menjalankan kegiatan keagamaan di lingkungan mereka sendiri dengan akses yang lebih dekat.

Pangkoops Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan pembangunan gereja tidak semata-mata ditujukan untuk menghadirkan sebuah bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Gereja bukan hanya sebuah bangunan, tetapi rumah iman, tempat bertumbuhnya kasih, serta ruang untuk memperkuat persaudaraan. Melalui tempat ibadah ini, kami berharap masyarakat dapat beribadah dengan tenang, membangun kebersamaan, serta terus menjaga kedamaian di Papua,” ujarnya.
Menurut Riyanto, kehadiran TNI di Papua juga diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap fasilitas keagamaan, pendidikan, maupun kehidupan sosial, kata dia, merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Menjaga Papua berarti menjaga kehidupan. Ketika masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan, pendidikan, dan kehidupan sosial dengan baik, maka hal tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” katanya.
Ia berharap gereja tersebut tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman dan karakter, khususnya bagi generasi muda. Gereja juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga dengan menjunjung toleransi dan persaudaraan.
Ketua GPI Papua Klasis Mimika, Pdt. Dewi I. Tuasela, S.Teol., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan Koops TNI Habema dalam menghadirkan fasilitas tersebut.
“Kami merasakan sukacita yang luar biasa. Bantuan ini seperti sebuah oase bagi kami, karena memberikan kemudahan bagi jemaat dalam menjalankan pelayanan dan ibadah,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan gereja di tengah permukiman warga akan memberikan dampak positif terhadap pelayanan kerohanian sekaligus memperkuat kehidupan sosial jemaat.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa, yang mewakili Bupati Mimika, menilai pembangunan gereja tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Selain meresmikan gedung gereja, Pangkoops Habema juga menyerahkan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar dan jemaat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial dalam rangka memperkuat kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Gedung Gereja Bakal Jemaat Aras dibangun menggunakan sistem knockdown. Proses pembangunannya berlangsung selama 18 hari dengan melibatkan tiga satuan tugas Koops TNI Habema.
Peresmian turut dihadiri jajaran Dansatgas dan personel Koops TNI Habema, para Asisten Koops TNI Habema, perwakilan Majelis Pekerja Klasis GPI Papua Mimika, Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika, para pelayan serta jemaat GPI Papua Klasis Mimika.
Melalui pembangunan tersebut, Koops TNI Habema menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebutuhan masyarakat Papua sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. (Red)







