TIMIKA — Tangis duka menyelimuti keluarga M.R. (17), remaja warga Kelurahan Kadun Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah setelah nyawanya tak tertolong akibat luka tusuk yang dialaminya dalam sebuah keributan di kawasan Kilometer 9.
M.R. sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Mimika dalam kondisi kritis setelah mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri. Namun, setelah beberapa jam mendapat penanganan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 00.35 WIT.
Polisi kini memburu dua pria yang diduga terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut.
Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 19.57 WIT, tepat di depan Kios Wahyu Cell, Kilometer 9, Kelurahan Kadun Jaya.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu M. Amir Rado, mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas, keberadaan, serta motif kedua pria yang diduga terlibat.
“Pelaku dan motif dugaan tindak pidana penikaman tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik. Polres Mimika terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku,” ujar Iptu Amir, Minggu (13/9/2026).
Berawal dari Permintaan Rokok
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa tersebut bermula ketika korban sedang duduk sambil bermain telepon seluler sekaligus menemani seorang saksi yang sedang menjaga kios. Tidak lama berselang, dua pria datang dari arah Kilometer 11. Keduanya diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol dan kemudian meminta rokok kepada penjaga kios.
Korban yang berada di lokasi menjawab bahwa dirinya tidak memiliki rokok, tetapi hanya mempunyai permen. Jawaban tersebut diduga membuat salah satu pria tersinggung. Cekcok pun terjadi hingga berkembang menjadi keributan antara korban dan kedua pria tersebut di depan kios.
Dalam keributan itu, salah satu pria diduga mengeluarkan pisau dan menikam korban tepat pada bagian dada sebelah kiri. Setelah kejadian, kedua pria tersebut langsung melarikan diri ke arah kota.
Dalam kondisi terluka dan mengeluarkan darah, M.R. masih berusaha menyelamatkan diri. Ia berlari menuju rumah untuk mencari pertolongan.
Seorang saksi kemudian membantu korban dan membawanya menggunakan mobil pikap milik sebuah depot menuju RSUD Kabupaten Mimika.
Saksi lainnya mengaku sempat melihat dua pria yang diduga sebagai pelaku melarikan diri ke arah jembatan Kilometer 9, tepatnya di sekitar depan satuan radar Angkatan Udara. Salah satu di antaranya disebut masih membawa pisau.
Sempat Mendapat Perawatan
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel piket Polres Mimika sekitar pukul 20.06 WIT langsung mendatangi RSUD Kabupaten Mimika. Saat itu, korban masih dalam kondisi kritis dan menjalani penanganan medis.
Namun, upaya tim medis untuk menyelamatkan nyawa M.R. belum membuahkan hasil. Sekitar pukul 00.35 WIT, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kabar duka tersebut kemudian memicu aksi pemalangan jalan di sekitar lokasi kejadian.
Pemalangan dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus tuntutan keluarga agar aparat kepolisian segera menemukan dan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Personel Polres Mimika kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pendekatan kepada keluarga korban. Polisi meminta keluarga dan masyarakat tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami mengimbau keluarga korban dan masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri. Jangan melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas. Percayakan penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian,” tegas Iptu Amir.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif yang melatarbelakangi penikaman tersebut.
Polres Mimika memastikan pengejaran terhadap dua pria yang diduga terlibat terus dilakukan. Polisi juga masih berupaya memastikan identitas dan keberadaan keduanya.
Iptu Amir menegaskan, setelah identitas dan keberadaan para terduga pelaku berhasil diketahui, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap kasus ini dan menemukan para pelaku,” pungkasnya. (IT)







