DEIYAI — Narasumber dari PIKAT atau Lembaga Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jayapura, Dr. Lalu Guntur Payasan, M.H.Kes., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), dalam mendukung pemeriksaan dan pengendalian penyakit malaria di Kabupaten Deiyai.
Hal tersebut disampaikan Dr. Lalu Guntur Payasan saat memberikan materi dalam pelatihan pemeriksaan mikroskopis malaria yang diselenggarakan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan, Rabu (2/9/2026).
Pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, terutama tenaga laboratorium yang bertugas melakukan pemeriksaan malaria di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dr. Lalu mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut tenaga kesehatan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
“Ketika kompetensi terus ditingkatkan dan diasah, hasil akhirnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai yang menyelenggarakan pelatihan mikroskopis malaria bagi tenaga ATLM.
Menurutnya, penyelenggaraan pelatihan dengan materi khusus seperti pemeriksaan mikroskopis malaria membutuhkan perencanaan, komitmen, serta dukungan pembiayaan yang baik agar dapat memberikan hasil maksimal bagi peserta dan daerah.
Dr. Lalu menjelaskan bahwa pelatihan mikroskopis malaria membutuhkan proses pembelajaran yang cukup agar peserta dapat memahami materi teori maupun praktik pemeriksaan secara baik.
Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam hari dengan total waktu pembelajaran sekitar 56 jam.
Meski demikian, ia memahami kondisi pelayanan kesehatan di daerah, terutama keterbatasan sumber daya manusia, sehingga pelaksanaan kegiatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di masing-masing fasilitas kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan secara disiplin dan memanfaatkan waktu pembelajaran dengan maksimal.
Peserta diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan, tetapi benar-benar menyerap ilmu dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan.
“Kami datang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan kembali di tempat tugas masing-masing,” katanya.
Ia berharap pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Deiyai.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan lembaga pendidikan maupun pelatihan kesehatan perlu terus diperkuat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Sementara itu, pelatihan pemeriksaan mikroskopis malaria tersebut menghadirkan tiga narasumber dari PIKAT Poltekkes Kemenkes Jayapura, yakni Dr. Lalu Guntur Payasan, M.H.Kes., Indra T., S.Si., M.M.Kes., dan Risda Hartati, S.KM., M.Biomed.
Peserta pelatihan terdiri dari satu orang perwakilan RSUD Kabupaten Deiyai, masing-masing satu orang perwakilan dari 10 Puskesmas di Kabupaten Deiyai, serta tenaga dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Deiyai.
Pelatihan mengangkat tema “Update Pemeriksaan Laboratorium di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.”
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan mikroskopis malaria sesuai standar, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan laboratorium dan upaya pengendalian malaria di Kabupaten Deiyai. (SK)






