Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

News

Dr. Lalu Guntur Payasan Tekankan Pentingnya Peningkatan Kompetensi ATLM dalam Pemeriksaan Malaria di Deiyai

Etty Welerbadge-check


					Dr. Lalu Guntur Payasan Tekankan Pentingnya Peningkatan Kompetensi ATLM dalam Pemeriksaan Malaria di Deiyai Perbesar

DEIYAI — Narasumber dari PIKAT atau Lembaga Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jayapura, Dr. Lalu Guntur Payasan, M.H.Kes., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), dalam mendukung pemeriksaan dan pengendalian penyakit malaria di Kabupaten Deiyai.

Hal tersebut disampaikan Dr. Lalu Guntur Payasan saat memberikan materi dalam pelatihan pemeriksaan mikroskopis malaria yang diselenggarakan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan, Rabu (2/9/2026).

Pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, terutama tenaga laboratorium yang bertugas melakukan pemeriksaan malaria di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dr. Lalu mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut tenaga kesehatan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

“Ketika kompetensi terus ditingkatkan dan diasah, hasil akhirnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai yang menyelenggarakan pelatihan mikroskopis malaria bagi tenaga ATLM.

Menurutnya, penyelenggaraan pelatihan dengan materi khusus seperti pemeriksaan mikroskopis malaria membutuhkan perencanaan, komitmen, serta dukungan pembiayaan yang baik agar dapat memberikan hasil maksimal bagi peserta dan daerah.

Dr. Lalu menjelaskan bahwa pelatihan mikroskopis malaria membutuhkan proses pembelajaran yang cukup agar peserta dapat memahami materi teori maupun praktik pemeriksaan secara baik.

Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam hari dengan total waktu pembelajaran sekitar 56 jam.

Meski demikian, ia memahami kondisi pelayanan kesehatan di daerah, terutama keterbatasan sumber daya manusia, sehingga pelaksanaan kegiatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di masing-masing fasilitas kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan secara disiplin dan memanfaatkan waktu pembelajaran dengan maksimal.

Peserta diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan, tetapi benar-benar menyerap ilmu dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan.

“Kami datang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan kembali di tempat tugas masing-masing,” katanya.

Ia berharap pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Deiyai.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan lembaga pendidikan maupun pelatihan kesehatan perlu terus diperkuat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Sementara itu, pelatihan pemeriksaan mikroskopis malaria tersebut menghadirkan tiga narasumber dari PIKAT Poltekkes Kemenkes Jayapura, yakni Dr. Lalu Guntur Payasan, M.H.Kes., Indra T., S.Si., M.M.Kes., dan Risda Hartati, S.KM., M.Biomed.

Peserta pelatihan terdiri dari satu orang perwakilan RSUD Kabupaten Deiyai, masing-masing satu orang perwakilan dari 10 Puskesmas di Kabupaten Deiyai, serta tenaga dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Deiyai.

Pelatihan mengangkat tema “Update Pemeriksaan Laboratorium di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.”

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan mikroskopis malaria sesuai standar, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan laboratorium dan upaya pengendalian malaria di Kabupaten Deiyai. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Papua Perkuat Imunisasi di Wilayah Perbatasan, Media KIE Berbasis Budaya Lokal Disiapkan

23 September 2026 - 06:32 WIB

IMG 20260923 WA0035

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041
Trending di Headline