Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Polres Mimika Belum Pastikan Pelaku Penembakan Konvoi Freeport di Mile 60

Etty Welerbadge-check


					Polres Mimika Belum Pastikan Pelaku Penembakan Konvoi Freeport di Mile 60 Perbesar

TIMIKA — Polres Mimika belum dapat memastikan kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan dua bus karyawan PT Freeport Indonesia dan satu mobil boks kargo di Mile 60, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 08.05 WIT.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan polisi masih mendalami insiden tersebut, termasuk memastikan kelompok yang melakukan penembakan terhadap tiga kendaraan dalam konvoi.

“Untuk pelaku, kami masih dalami. Belum bisa kita pastikan siapa pelakunya atau dari pihak mana yang melakukan, kelompok apa yang melakukan,” kata Kapolres Alredo Rumbiak, Rabu sore.

Kapolees memastikan adanya aksi penembakan berdasarkan temuan kerusakan pada kendaraan. Tiga kendaraan dilaporkan terkena tembakan, masing-masing dua bus dan satu mobil boks kargo.

“Ada bukti daripada bentuk bekas peluru pada mobil yang didapat, adanya penembakan ke mobil, bagian kaca dan pintu mobil,” ujarnya.

Meski kendaraan menjadi sasaran tembakan, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Untuk korban jiwa, puji Tuhan tidak ada,” sebutnya.

Ia menjelaskan, penanganan terhadap aksi kekerasan bersenjata dengan eskalasi tinggi tidak hanya menjadi kewenangan Polres Mimika.

Menurutnya, penanganan terhadap kejahatan yang menggunakan senjata api dan bahan peledak dilakukan oleh unsur yang memiliki kemampuan khusus, termasuk Brimob yang tergabung dalam operasi keamanan di Papua.

Kapolres menyebut Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC), yang di dalamnya terdapat unsur penegakan hukum, intelijen dan Brimob, serta Satgas Habema, akan mengambil langkah penindakan apabila kelompok pelaku telah diketahui.

“Tim itulah yang akan melakukan operasi pengejaran atau mencari pelaku-pelakunya pada saat memang diketahui dari kelompok mana,” jelasnya.

Kapolres mengatakan luasnya wilayah hutan Papua menjadi tantangan tersendiri dalam pengamanan kawasan. Karena itu, kehadiran aparat di wilayah rawan dinilai penting untuk mempersempit peluang terjadinya aksi kekerasan.

“Adanya aparat bukan berarti kejahatan itu tidak akan mungkin terjadi. Pasti terjadi. Tapi minimal dengan adanya aparat di situ, dia tidak berkelanjutan, tidak sering, dan tidak lebih banyak memakan korban,” jelas Alredo Rumbiak.

Ia menegaskan, strategi pengamanan tidak hanya ditujukan untuk mencegah kejahatan, tetapi juga meminimalkan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan serangan.

“Bagaimana kita memperkecil kesempatan itu,” tegasnya. (Cr1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013

BRIDA Mimika Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Jadi Dasar Program OPD

9 September 2026 - 11:10 WIB

IMG 20260909 WA0030

Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Pengawasan Penyaluran Subsidi, 19 SPBU di Papua Maluku Diberikan Sanksi

9 September 2026 - 06:35 WIB

IMG 20260909 WA0032

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002

Polres Mimika Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Kapolres Tekankan Etika dan Dedikasi

9 September 2026 - 01:21 WIB

IMG 20260908 WA0045
Trending di Headline