Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Kapolres Mimika Kembali Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Musim Kemarau Gunakan Air Terbatas

Etty Welerbadge-check


					Kapolres Mimika Kembali Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Musim Kemarau Gunakan Air Terbatas Perbesar

TIMIKA — Musim kemarau yang melanda wilayah Mimika membuat kondisi lingkungan semakin kering dan rawan terjadi kebakaran. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Kapolres Mimika AKBP Alrredo Agustinus Rumbiak mengatakan, kondisi cuaca yang kering membuat api lebih cepat menjalar dan sulit dikendalikan. Di sisi lain, ketersediaan air untuk pemadaman juga menjadi persoalan karena debit air mengalami penurunan.

“Saya tetap mengimbau kepada masyarakat seluruhnya, jangan sembarangan membakar sampah, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan bahan-bahan mudah terbakar,” kata Alrredo.

Ia secara khusus meminta warga yang akan membuka lahan pertanian agar menghindari metode pembakaran. Menurutnya, membuka lahan dengan cara dibakar memiliki risiko besar apabila dilakukan saat kondisi lingkungan sedang kering.

“Untuk pembukaan lahan-lahan pertanian, jangan lagi membakar-bakar lahan. Karena ingat, air saja sudah susah. Untuk memadamkan ini juga kita dikhawatirkan nanti karena debit air sedikit sehingga sulit mendapatkan air,” ujarnya.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar kejadian kebakaran seperti yang sebelumnya terjadi di kawasan SP 7 tidak kembali terulang. Selain menimbulkan kerugian, kebakaran tersebut sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai seperti kejadian di SP 7 kemarin. Itu membuat kepanikan sehingga orang berpikiran Mimika sudah tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Tidak hanya pembakaran lahan dan sampah, potensi kebakaran dari instalasi listrik rumah tangga juga menjadi perhatian. Warga diminta memeriksa kondisi kabel maupun peralatan listrik untuk mencegah terjadinya korsleting.

“Perhatikan listrik-listrik di rumah. Jangan sampai terjadi korsleting dan segala macamnya. Tinggalkan rumah dalam keadaan yang aman. Karena kondisinya kering, semua akan mudah terbakar,” jelas Alrredo.

Menurutnya, upaya mencegah kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Dengan tidak membakar sembarangan, menjaga instalasi listrik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, risiko kebakaran selama musim kemarau dapat ditekan.

“Sehingga saya berharap ini peranan penting masyarakat yang terutama,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Talenta PFA Kembali Dipanggil TC Timnas U-16, Bawa Harapan Papua ke Level Nasional

10 September 2026 - 08:08 WIB

IMG 20260909 WA0024

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013

BRIDA Mimika Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Jadi Dasar Program OPD

9 September 2026 - 11:10 WIB

IMG 20260909 WA0030

Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Pengawasan Penyaluran Subsidi, 19 SPBU di Papua Maluku Diberikan Sanksi

9 September 2026 - 06:35 WIB

IMG 20260909 WA0032

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002
Trending di Headline