Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Kapolres Mimika Kembali Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Musim Kemarau Gunakan Air Terbatas

Etty Welerbadge-check


					Kapolres Mimika Kembali Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Musim Kemarau Gunakan Air Terbatas Perbesar

TIMIKA — Musim kemarau yang melanda wilayah Mimika membuat kondisi lingkungan semakin kering dan rawan terjadi kebakaran. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Kapolres Mimika AKBP Alrredo Agustinus Rumbiak mengatakan, kondisi cuaca yang kering membuat api lebih cepat menjalar dan sulit dikendalikan. Di sisi lain, ketersediaan air untuk pemadaman juga menjadi persoalan karena debit air mengalami penurunan.

“Saya tetap mengimbau kepada masyarakat seluruhnya, jangan sembarangan membakar sampah, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan bahan-bahan mudah terbakar,” kata Alrredo.

Ia secara khusus meminta warga yang akan membuka lahan pertanian agar menghindari metode pembakaran. Menurutnya, membuka lahan dengan cara dibakar memiliki risiko besar apabila dilakukan saat kondisi lingkungan sedang kering.

“Untuk pembukaan lahan-lahan pertanian, jangan lagi membakar-bakar lahan. Karena ingat, air saja sudah susah. Untuk memadamkan ini juga kita dikhawatirkan nanti karena debit air sedikit sehingga sulit mendapatkan air,” ujarnya.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar kejadian kebakaran seperti yang sebelumnya terjadi di kawasan SP 7 tidak kembali terulang. Selain menimbulkan kerugian, kebakaran tersebut sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai seperti kejadian di SP 7 kemarin. Itu membuat kepanikan sehingga orang berpikiran Mimika sudah tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Tidak hanya pembakaran lahan dan sampah, potensi kebakaran dari instalasi listrik rumah tangga juga menjadi perhatian. Warga diminta memeriksa kondisi kabel maupun peralatan listrik untuk mencegah terjadinya korsleting.

“Perhatikan listrik-listrik di rumah. Jangan sampai terjadi korsleting dan segala macamnya. Tinggalkan rumah dalam keadaan yang aman. Karena kondisinya kering, semua akan mudah terbakar,” jelas Alrredo.

Menurutnya, upaya mencegah kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Dengan tidak membakar sembarangan, menjaga instalasi listrik, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, risiko kebakaran selama musim kemarau dapat ditekan.

“Sehingga saya berharap ini peranan penting masyarakat yang terutama,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-65, DPD Partai Golkar Mimika Gelar Syukuran, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Partai

20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261021 001323

John NR Gobai Dorong Penataan Danau Paniai, Ekskavator Amfibi Disiapkan untuk Atasi Pendangkalan

20 Oktober 2026 - 13:54 WIB

IMG 20261020 225243

Hari Pertama Pelayanan Perlinsos di Deiyai, 500 Warga Jadi Sasaran Awal

20 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261020 WA0046

Pemuda Katolik Desak Pemprov, DPR, MRP dan Polda Papua Tengah Tertibkan Peredaran Miras

20 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261020 WA0044

Pemkab Mimika Susun RAD TB 2026 – 2030, Perkuat Kolaborasi Tingkat Sektor

20 Oktober 2026 - 13:35 WIB

IMG 20261020 WA0042
Trending di Headline