Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Gubernur Meki Nawipa Minta Pengawasan WNA di Papua Tengah Diperkuat

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Meki Nawipa Minta Pengawasan WNA di Papua Tengah Diperkuat Perbesar

NABIRE – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meminta pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Papua Tengah terus diperkuat melalui koordinasi lintas instansi.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Meki Nawipa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP, saat membuka Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Nabire, Rabu (26/8/2026).

IMG 20260826 WA0039

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan rapat Tim PORA tersebut.

Menurutnya, keberadaan orang asing di suatu wilayah membutuhkan sistem pengawasan yang baik dan terkoordinasi. Pengawasan tersebut, kata dia, tidak dapat menjadi tanggung jawab satu instansi saja.

“Dibutuhkan kerja sama antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, kementerian dan lembaga serta instansi terkait lainnya,” demikian disampaikan dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Tumiran.

Gubernur menilai keberadaan Tim PORA sangat penting sebagai wadah koordinasi sekaligus pertukaran informasi antarinstansi mengenai keberadaan dan aktivitas orang asing di Papua Tengah.

IMG 20260826 WA0037

Hal ini dinilai semakin penting mengingat Papua Tengah memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang beragam.

“Hal ini tentu saja membutuhkan koordinasi yang kuat agar setiap informasi mengenai keberadaan dan aktivitas orang asing dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Jangan Tunggu Persoalan Membesar

Gubernur Meki Nawipa meminta rapat Tim PORA tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi harus menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pengawasan orang asing di Papua Tengah.

Ia meminta setiap instansi yang tergabung dalam Tim PORA aktif mengomunikasikan informasi yang dimiliki secara cepat dan tepat.

Jika ditemukan persoalan di lapangan, Gubernur meminta agar segera dilakukan koordinasi sesuai kewenangan masing-masing instansi dan tidak menunggu hingga persoalan tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Jika ditemukan persoalan di lapangan, jangan menunggu sampai berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Segera lakukan koordinasi sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan agar pengawasan dilakukan secara profesional serta tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, pemerintah tetap memberikan ruang bagi orang asing yang berada dan melakukan kegiatan secara sah di Papua Tengah. Namun, seluruh aktivitas tersebut harus dipastikan sesuai dengan izin dan ketentuan yang berlaku.

“Kita tetap memberikan ruang bagi orang asing yang berada dan berkegiatan secara sah. Namun pada saat yang sama, kita harus memastikan seluruh aktivitasnya sesuai dengan izin dan peraturan yang berlaku,” katanya.

Perangkat Daerah Diminta Aktif Berikan Data

Dalam sambutannya, Gubernur juga meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendukung kerja Tim PORA, khususnya dalam penyampaian data dan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan pengawasan.

Menurutnya, ketersediaan dan keterbukaan data antarlembaga menjadi salah satu faktor penting agar pengawasan dapat berjalan efektif.

Gubernur berharap melalui rapat tersebut terbangun kesamaan persepsi seluruh anggota Tim PORA dalam melaksanakan pengawasan orang asing di Papua Tengah.

“Perkuat koordinasi, pertukaran data dan informasi, serta komunikasi antarlembaga,” pesannya.

Ia menegaskan setiap instansi harus memahami tugas dan kewenangannya masing-masing sehingga ketika dibutuhkan tindakan di lapangan, seluruh unsur dapat bergerak secara cepat dan terkoordinasi.

“Ketika diperlukan tindakan di lapangan, kita dapat bergerak dengan cepat dan terkoordinasi dengan baik,” lanjutnya.

Pengawasan untuk Kepentingan Masyarakat

Gubernur Meki Nawipa menekankan bahwa seluruh langkah pengawasan terhadap orang asing harus diarahkan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta kepentingan masyarakat dan daerah Papua Tengah.

Karena itu, sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga dan seluruh instansi terkait harus terus dibangun.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua, kementerian dan lembaga, perangkat daerah, TNI-Polri serta seluruh anggota Tim PORA atas kerja sama yang telah dibangun.

Ia berharap rapat Tim PORA Tahun 2026 menghasilkan langkah-langkah yang jelas dan semakin memperkuat sistem pengawasan orang asing di Provinsi Papua Tengah.

Sebelum membuka rapat secara resmi, Tumiran yang mewakili Gubernur kemudian mengundang Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua dan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Tengah untuk bersama-sama membuka agenda rapat Tim PORA Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Talenta PFA Kembali Dipanggil TC Timnas U-16, Bawa Harapan Papua ke Level Nasional

10 September 2026 - 08:08 WIB

IMG 20260909 WA0024

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013

BRIDA Mimika Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Jadi Dasar Program OPD

9 September 2026 - 11:10 WIB

IMG 20260909 WA0030

Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Pengawasan Penyaluran Subsidi, 19 SPBU di Papua Maluku Diberikan Sanksi

9 September 2026 - 06:35 WIB

IMG 20260909 WA0032

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002
Trending di Headline