Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

DPRP Papua Tengah Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Karhutla di Nabire

Etty Welerbadge-check


					DPRP Papua Tengah Apresiasi Respons Cepat Pemerintah Tangani Karhutla di Nabire Perbesar

NABIRE – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah bersama TNI dan Polri dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Nabire dan sekitarnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Suripatty kepada wartawan di Nabire, Minggu (23/8/2026). Ia menilai penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan karena dampaknya telah mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat.

“Saya secara pribadi selaku Wakil rakyat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan baik oleh pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, pihak TNI dan Polri,” ujarnya.

Menurut Suripatty, asap Karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas vital, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat serta menghambat transportasi darat dan udara.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Dinas Kesehatan yang telah melakukan pembagian masker kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak paparan asap, terutama risiko gangguan pernapasan atau ISPA.

“Semua pihak bekerja keras dan sampai dengan Dinas Kesehatan juga dalam rangka upaya membagikan masker kepada masyarakat untuk mencegah atau mengurangi terjadinya penyakit ISPA,” katanya.

Selain penanganan langsung terhadap Karhutla, Suripatty meminta sektor pendidikan turut mengambil bagian dalam mengurangi dampak kesehatan akibat asap.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya peran guru dan tenaga pendidik, terutama pada jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah dasar, untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai bahaya asap dan cara menjaga kesehatan.

“Peran guru-guru kita atau pendidik-pendidik kita untuk terus mengedukasi bagaimana dapat mencegah atau mengurangi dampak yang berakibat kepada gangguan kesehatan,” tuturnya.

Mantan rektor USWIM itu menilai edukasi sejak dini penting agar anak-anak memahami kondisi yang sedang terjadi dan dapat mengambil langkah perlindungan diri ketika kualitas udara memburuk.

Ia berharap penanganan Karhutla terus dilakukan secara terpadu dan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya bergerak ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan.

“Semua pemangku kepentingan bisa betul-betul berupaya untuk mencegah terjadinya pembakaran-pembakaran hutan maupun lahan yang dapat berakibat fatal,” tegasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline