TIMIKA — Situasi keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menjadi perhatian setelah adanya laporan dugaan penyanderaan terhadap sejumlah perempuan dan anak-anak di Kampung Pasir Putih.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak membenarkan adanya informasi tersebut. Polisi juga telah memperoleh identitas sejumlah warga yang diduga menjadi korban.
“Benar informasi yang kami dapat di lapangan dari anggota kami di Polsek. Sudah ada nama-nama yang disandera, berusia rata-rata 13 sampai 17 tahun,” ujar Alfredo, Rabu (19/8/2026).
Sembilan nama yang disebut dalam laporan awal yakni Nemerina Wamang (17), Alin Mesawarol (kelas 6 SD), Nopi Aim (kelas 4 SD), Opinte Mesawaro (kelas 3 SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
Untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengetahui kondisi para korban, Polres Mimika akan mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, personel Brimob disiapkan sebagai backup untuk memperkuat pengamanan di wilayah Polsek Jila.
Informasi dugaan penyanderaan tersebut pertama kali diterima Koramil 1710-05/Jila dari masyarakat pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIT. Aparat kemudian melakukan pendalaman guna memastikan laporan tersebut serta kondisi warga yang disebut sebagai korban.
Dalam laporan awal, seorang warga juga disebut mengalami luka tembak di bagian perut hingga meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.

Sementara itu, seorang warga lainnya dilaporkan dibuang ke sebuah jurang. Korban mengalami patah kaki, namun berhasil dievakuasi masyarakat dan dibawa ke Kampung Pilikogom, Distrik Jila, untuk mendapatkan penanganan.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan verifikasi dan pendalaman di lapangan. Pengiriman tim serta penguatan personel Brimob dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus mengungkap fakta sebenarnya di balik laporan dugaan penyanderaan tersebut. (IT)










