TIMIKA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mimika mulai menggelar program pemusatan pendidikan dan pelatihan bagi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka persiapan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Pusat Pemerintahan SP 3, Jumat (17/07/2026). Tahun ini sebanyak 62 calon Paskibraka yang telah dinyatakan lulus seleksi. Melalui program pembinaan ini, Bakesbangpol Mimika memberikan pembekalan dan pelatihan untuk membentuk kesiapan fisik, mental, disiplin, serta tanggung jawab para peserta sebelum menjalankan tugas kenegaraan.
Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Mimika, Yohana Paliling, menyatakan dukungan penuh terhadap proses persiapan calon Paskibraka yang tengah dilakukan Bakesbangpol Mimika.

Ia mengatakan panitia HUT RI bersama Kesbangpol akan terus berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk perubahan cuaca, agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai rencana.
“Mungkin dari teman-teman Kesbangpol sudah ada alternatif untuk melihat perubahan cuaca di Mimika. Dan kami siap dari panitia untuk mendukung bekerjasama dengan teman-teman dari Kesbangpol,” ujar Yohana saat diwawancarai.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika menjelaskan calon Paskibraka yang lulus tahun ini berjumlah 62 orang. Kabupaten Mimika kemudian mengirimkan 10 orang mengikuti tugas Paskibraka tingkat provinsi Papua Tengah. Sedangkan 52 siswa lainnya akan dipersiapkan untuk pelaksanaan upacara di tingkat Kabupaten Mimika.
Proses seleksi Paskibraka tahun ini dilakukan secara mandiri mengikuti pedoman dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tahapannya juga ecara online, mulai dari proses penilaian hingga pengumuman hasil kelulusan.
“Hasil kelulusan baru kami umumkan setelah menunggu proses dari tingkat pusat dan provinsi. Setelah diterima, kami langsung bergerak cepat untuk memanggil para peserta, mengurus administrasi, serta berkoordinasi dengan sekolah dan orang tua,” ujar Ronny saat diwawancarai.
Nantinya, para anggota Paskibraka ini akan mengikuti pemusatan latihan selama kurang lebih satu bulan. Latihan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, kedisiplinan, mental, serta pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan.
Tahapan berikutnya, para peserta akan memasuki program karantina yang disebut “kampung bahagia”. Di mana peseta akan mendapatkan berbagai pembekalan dari pemerintah daerah, Forkopimda, serta pihak terkait lainnya. Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, ideologi Pancasila, kedisiplinan, dan pembentukan karakter sebagai generasi muda penerus bangsa.
“Kami harap nanti di awal Agusus itu mereka sudah masuk karantina. Kami juga berharap kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan jam keluar malam mereka diawasi, membatasi penggunaan sosmed agar jam tidur mereka tempo, jangan sampai mempengaruhi fisik,” tegasnya. (Cr2)






