TIMIKA – Guna memastikan seluruh persiapan menjelang pembukaan berjalan dengan baik, Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 dihadiri oleh jajaran panitia pelaksana, koordinator bidang, serta pengurus LPTQ Papua Tengah, Sabtu (11/07/2026).
Ketua LPTQ Papua Tengah, Ukkas, menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ pertama tingkat Provinsi Papua Tengah merupakan momentum bersejarah bagi daerah otonomi baru tersebut.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam, mempererat ukhuwah, sekaligus membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“MTQ pertama ini harus menunjukkan bahwa Papua Tengah mampu menyelenggarakan kegiatan berskala provinsi dengan baik. Ini akan menjadi catatan sejarah perjalanan pembangunan di Papua Tengah,” ujarnya.
Ukkas mengatakan Kabupaten Mimika memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan MTQ berskala besar, bahkan pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat Tanah Papua yang mendapat apresiasi dari pemerintah pupusat
Oleh karena itu, ia optimistis pelaksanaan MTQ pertama Provinsi Papua Tengah dapat berlangsung sukses apabila seluruh panitia tetap menjaga kekompakan dan bekerja dengan penuh keikhlasan.
Selain itu, LPTQ Papua Tengah juga berharap MTQ mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi yang nantinya dapat bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Ukkas juga mengingatkan pentingnya kesiapan venue, penerapan sistem penilaian berbasis teknologi informasi (IT), serta profesionalisme dewan hakim agar pelaksanaan MTQ berlangsung transparan, objektif, dan berkualitas.
“Dengan segala persiapan yang telah dimatangkan, seluruh elemen panitia optimis MTQ pertama Provinsi Papua Tengah akan berjalan sukses dan memberikan kesan terbaik bagi seluruh peserta serta tamu undangan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa waktu yang tersisa hanya beberapa hari sehingga seluruh panitia diminta bekerja maksimal dan memperkuat koordinasi di setiap bidang.
“Kegiatan inti kita hari ini adalah memastikan semua kesiapan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Saya ingin bertanya, kita sudah siap atau belum” tanya Emanuel yang dijawab serentak oleh peserta rapat dengan kata “Siap”.
Ia menjelaskan bahwa mulai 13 hingga 15 Juli seluruh persiapan akan dilakukan secara efektif, sedangkan pada 16 Juli rangkaian kegiatan MTQ sudah mulai berjalan. Menurutnya, seluruh aspek harus dipastikan siap, mulai dari kebersihan lokasi, kesiapan venue, penerimaan kafilah, hingga publikasi dan dokumentasi kegiatan.
Emanuel juga menyoroti kebersihan kawasan pasar yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Ia meminta koordinator terkait memastikan lingkungan tetap bersih karena akan menjadi salah satu jalur yang dilalui tamu dan peserta MTQ.
“Saya tadi pagi langsung melihat kondisi di pasar. Karena penyelenggaraan juga berada di kawasan itu, saya minta kebersihan benar-benar diperhatikan agar tamu yang datang merasa nyaman,” ucapnya. (Cr2)







