Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Gubernur Nawipa : Kebutuhan Pangan Harus Dipenuhi dari Produksi Lokal

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Nawipa : Kebutuhan Pangan Harus Dipenuhi dari Produksi Lokal Perbesar

NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa kebutuhan pangan masyarakat Papua Tengah harus mampu dipenuhi melalui peningkatan produksi lokal sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., MH.Kes. mewakili Gubernur Papua Tengah saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bertema “Sinergi Pemerintah Daerah dengan Pelaku Usaha dalam Mendukung Pengendalian Inflasi Daerah” yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (9/7/2026).

IMG 20260711 WA0054

Dalam sambutannya, Sekda mengatakan pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, tetapi juga menyangkut kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dari hasil produksi sendiri. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat sektor pertanian dan peternakan agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kita harus mengetahui secara pasti berapa kebutuhan masyarakat terhadap setiap komoditas, seperti cabai, telur, daging, dan sayuran. Setelah itu kita bandingkan dengan kemampuan produksi petani dan peternak lokal. Dari situlah kita dapat menentukan langkah yang tepat,” ujarnya.

Silwanus menjelaskan, selama ini pemerintah pusat secara rutin memantau perkembangan inflasi melalui rapat koordinasi nasional dengan mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan harga, mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi masyarakat. Menurutnya, Papua Tengah juga harus memiliki data yang akurat sebagai dasar dalam menyusun kebijakan.

Ia meminta perangkat daerah terkait membangun basis data yang memuat kebutuhan setiap komoditas pangan, kapasitas produksi, hingga berbagai kendala yang dihadapi petani dan peternak di lapangan.

“Kalau kita tidak memiliki data yang kuat, maka akan sulit menentukan intervensi yang tepat. Kita harus mengetahui kebutuhan masyarakat setiap hari, kemampuan produksi, kondisi cuaca, distribusi hasil panen, hingga siapa yang akan menyerap hasil produksi petani,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sekda juga berdialog dengan pelaku usaha dan perwakilan Asosiasi Ayam Petelur mengenai kebutuhan telur di Kabupaten Nabire. Diskusi tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan produksi lokal dibandingkan kebutuhan masyarakat.

IMG 20260711 WA0049

Menurut Silwanus, data tersebut nantinya juga akan mendukung berbagai program pembangunan, termasuk upaya penurunan stunting melalui pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

Ia menambahkan, Gubernur Papua Tengah memberikan perhatian besar terhadap penguatan sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah daerah. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta bersinergi dalam mendukung peningkatan produksi pangan lokal.

Selain komoditas pertanian, Sekda juga menyoroti potensi pengembangan peternakan, termasuk ternak babi yang selama ini masih menjadi salah satu komoditas penting bagi masyarakat Papua. Menurutnya, apabila kebutuhan tersebut mampu dipenuhi oleh peternak lokal, maka selain menjaga stabilitas harga juga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir arahannya, Silwanus berharap rapat koordinasi tersebut tidak hanya menghasilkan berbagai masukan, tetapi juga melahirkan langkah-langkah konkret yang dapat segera dilaksanakan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Harapan kita setelah rapat ini sudah ada kejelasan mengenai persoalan yang dihadapi dan intervensi apa yang akan dilakukan. Dengan demikian, pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Papua Tengah,” tutupnya.

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), pelaku usaha, petani, peternak, asosiasi ayam petelur, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di Provinsi Papua Tengah.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival UMKM Mimika Digelar, Omzet Pelaku Usaha Ditarget Naik hingga Rp4 Juta

9 Agustus 2026 - 14:33 WIB

IMG 20260809 WA0117(1)

Tim Babat Polres Mimika Ungkap Dua Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Diamankan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

IMG 20260809 WA0172

Anak 14 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Pencurian Motor di Timika

9 Agustus 2026 - 14:20 WIB

IMG 20260809 WA0165

Pelajar Deiyai Unjuk Bakat dalam Lomba Pidato HUT ke-81 RI, Berikut Daftar Juara

9 Agustus 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260809 WA0148

Tanggapi Keluhan Pelajar dan Mahasiswa, Bupati Intan Jaya Pastikan Beasiswa ADIK-ADEM Diproses Pekan Depan

9 Agustus 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260809 WA0134
Trending di Headline