DEIYAI – Stand Kabupaten Deiyai pada ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Bukan hanya karena menampilkan berbagai kerajinan tangan, tetapi juga menghadirkan produk pangan lokal khas Papua yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Salah satu yang paling menarik perhatian datang dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) SADAKA (Satu Dalam Kasih), Pebur Mote, yang memperkenalkan sekaligus memasarkan minyak buah merah sebagai produk unggulan Kabupaten Deiyai.
Selain minyak buah merah, UMKM SADAKA juga membawa berbagai olahan pangan lokal lainnya seperti saus buah merah, keripik ugubo atau digiyonapo (sayur hitam) dengan sari buah merah, keripik idaya (daun bayam) sari buah merah, hingga keripik daun ubi jalar sari buah merah.
Pebur mengatakan, dirinya sengaja mengembangkan produk berbahan dasar buah merah untuk mengangkat potensi pangan lokal asli Deiyai yang kaya manfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Tujuan kami mengangkat buah merah ini karena ingin memperkenalkan pangan lokal asli Deiyai yang kaya nutrisi untuk kesehatan. Di sisi lain, kami juga ingin mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengolahan hasil alam,” ujar Pebur saat ditemui di lokasi pameran, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, buah merah mengandung berbagai zat gizi penting yang bermanfaat bagi tubuh. Di antaranya beta karoten sebagai sumber vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, kulit, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain itu, buah merah juga kaya akan vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas, menjaga kesehatan kulit, memperlambat proses penuaan, serta mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
“Buah merah juga mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-9 yang baik untuk fungsi otak, sistem saraf, menjaga kesehatan jantung, serta membantu menurunkan kadar kolesterol,” jelasnya.
Tidak hanya itu, buah merah juga mengandung berbagai mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor, kalium, protein, serta serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan kualitas kesehatan secara umum.
Pebur menjelaskan, minyak buah merah merek SADAKA diproduksi secara tradisional agar kemurnian, cita rasa, serta kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Ia mengaku selama ini banyak buah merah yang tidak dimanfaatkan hingga akhirnya membusuk. Karena itu, UMKM SADAKA hadir untuk membeli hasil panen masyarakat agar dapat diolah menjadi minyak buah merah yang dapat dikonsumsi sebagai suplemen herbal maupun digunakan sebagai bahan pangan.
“Selama ini kami melihat banyak buah merah yang terbuang begitu saja. Karena itu kami siap membeli dari masyarakat untuk diolah menjadi minyak buah merah sehingga hasil alam ini bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga,” katanya.
Melalui keikutsertaan dalam Festival TIFA 2026, Pebur berharap produk-produk lokal Deiyai semakin dikenal masyarakat luas dan mampu membuka peluang pasar yang lebih besar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam karena berbagai potensi yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Alam sudah menyediakan banyak hal untuk kita. Tugas kita adalah menjaganya dan mengelolanya dengan baik agar bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” tutupnya. (SK)







