Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Ibunya Tewas Tertembak, Bayi dalam Kandungan Tak Berhasil Diselamatkan Meski Sempat Dioperasi di RSUD Intan Jaya

Etty Welerbadge-check


					Ibunya Tewas Tertembak, Bayi dalam Kandungan Tak Berhasil Diselamatkan Meski Sempat Dioperasi di RSUD Intan Jaya Perbesar

INTAN JAYA – Upaya tim medis RSUD Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah untuk menyelamatkan seorang bayi yang masih berada di dalam kandungan setelah ibunya meninggal akibat luka tembak akhirnya tidak membuahkan hasil. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir dalam kondisi meninggal dunia meski telah dilakukan operasi sesar sebagai langkah penyelamatan terakhir.

Korban diketahui bernama Melkiana Duwitau (31), warga Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Melkiana tengah mengandung sekitar 32 minggu atau tujuh bulan. Selama kehamilan, ia rutin menjalani pemeriksaan kandungan, termasuk ultrasonografi (USG), di Puskesmas Bilogai, Yokatapa, Sugapa.

Peristiwa penembakan terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIT. Saat itu Melkiana sedang beristirahat di dalam honai ketika sebuah peluru menembus dinding rumah dan mengenainya.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka tembak pada bahu kiri serta luka akibat serpihan di bagian rahang dan telinga kiri. Luka yang dideritanya menyebabkan Melkiana meninggal dunia.

Setelah kematian korban dipastikan, tim medis RSUD Intan Jaya segera melakukan operasi pada Jumat (3/7/2026) pagi untuk mengeluarkan sekaligus berupaya menyelamatkan bayi yang masih berada di dalam kandungannya.

Anggota Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya, Naftali Maisini, mengatakan operasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIT dan selesai sekitar pukul 09.30 WIT.

“Bayinya berhasil dikeluarkan melalui operasi, tetapi sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Naftali saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2026).

Menurut Naftali, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Meski tim medis telah melakukan upaya maksimal, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Operasinya berjalan dengan baik, tetapi bayinya sudah dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.

Suasana duka menyelimuti keluarga dan masyarakat Intan Jaya setelah jenazah Melkiana dan bayinya diserahkan untuk dimakamkan.

Ratusan warga kemudian mengarak kedua jenazah mengelilingi Kota Sugapa sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa.

Naftali menyebut prosesi tersebut berlangsung sekitar pukul 11.40 WIT hingga 13.00 WIT. Setelah itu, kedua jenazah dibawa ke rumah duka di Kampung Wabowagapa, Desa Wandoga.

“Ratusan masyarakat mengarak dua jenazah mengelilingi Kota Sugapa. Setelah itu jenazah dibawa ke rumah duka,” tuturnya.

Peristiwa ini kembali menambah daftar warga sipil yang menjadi korban di tengah konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya.

Berbagai pihak terus menyerukan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil agar tidak menjadi korban dalam situasi konflik yang masih berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari TPNPB maupun aparat keamanan mengenai kronologi maupun penyebab penembakan yang mengakibatkan meninggalnya Melkiana Duwitau beserta bayi yang dikandungnya.

Di rumah duka di Kampung Wabowagapa, dua jenazah dibaringkan berdampingan di tengah ratusan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Kepergian seorang ibu dan bayi yang sempat diperjuangkan hidupnya di ruang operasi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya dampak kemanusiaan dari konflik yang masih berlangsung di Intan Jaya. Di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif, warga sipil kerap menjadi pihak yang paling merasakan konsekuensinya. Karena itu, berbagai kalangan kembali mendorong agar perlindungan terhadap masyarakat sipil menjadi prioritas dan setiap insiden yang menimbulkan korban dapat diusut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126

ASN dan Non-ASN Papua Tengah Ikuti Ibadah Oikumene, Ketua FKUB Ajak Serahkan Beban kepada Tuhan

13 Juli 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260713 WA0108

Pulang ke Kampung Halaman, Bung Mecky Dirikan Rumah Inspirasi Kebadabi untuk Bangun Generasi Muda Papua

13 Juli 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260713 WA0107

Kapolda Papua Tengah: Polisi Terus Imbau Warga Jauhi Titik Konflik di Intan Jaya

13 Juli 2026 - 12:08 WIB

IMG 20260713 WA0041
Trending di Headline