TIMIKA – Komitmen yang disampaikan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, kepada masyarakat Kampung Amamapare akhirnya terwujud.
Setelah meninjau langsung kondisi sekolah pada kunjungan sebelumnya, Kapolda kembali hadir untuk meresmikan bangunan mandi, cuci, kakus (MCK) di SD Negeri Amamapare, Kampung Amamapare/Pulau Karaka Porsite, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Senin (15/6/2026).
Peresmian fasilitas sanitasi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar Kabupaten Mimika.
Dalam kunjungan itu, Kapolda Papua Tengah didampingi lima pejabat utama Polda Papua Tengah serta Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Lemasko.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh masyarakat, aparat kampung, para guru, dan siswa SDN Amamapare yang telah lama menantikan fasilitas tersebut.
Bangunan MCK dibangun oleh Satgas Operasi Cinta Damai Cartenz sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran fasilitas sanitasi yang layak di lingkungan sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang para siswa.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengatakan, pembangunan MCK tersebut mungkin terlihat sederhana, namun memiliki makna yang sangat besar bagi anak-anak yang setiap hari menuntut ilmu di sekolah tersebut.
“Saat saya berkunjung beberapa waktu lalu, saya melihat langsung kebutuhan yang ada di sekolah ini. Hari ini saya bersyukur karena apa yang kami janjikan sudah dapat diwujudkan. MCK ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi bagian dari upaya kita menjaga kesehatan, kebersihan, dan martabat anak-anak Papua yang sedang mempersiapkan masa depan mereka melalui pendidikan,” ujar Kapolda.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Karena itu, Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin anak-anak di Amamapare memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dengan nyaman seperti anak-anak di daerah lainnya. Semoga fasilitas ini dapat dirawat bersama dan menjadi manfaat jangka panjang bagi sekolah maupun masyarakat sekitar. Anak-anak ini adalah generasi penerus Papua Tengah yang kelak akan membawa daerah ini menjadi lebih maju,” tambahnya.
Kepala Kampung Amamapare, Fakundus Natipia, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Kapolda Papua Tengah beserta jajaran yang telah merealisasikan janji pembangunan fasilitas MCK tersebut.
“Kami masyarakat Amamapare sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah dan seluruh jajaran. Tidak banyak pemimpin yang datang melihat langsung kondisi kami, apalagi kembali lagi untuk memenuhi apa yang sudah dijanjikan. Hari ini kami melihat sendiri bukti kepedulian itu,” ungkap Fakundus.
Ia berharap perhatian terhadap dunia pendidikan di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar Mimika dapat terus berlanjut sehingga anak-anak memiliki sarana belajar yang semakin memadai.
“Harapan kami ke depan, anak-anak di kampung ini terus mendapat dukungan agar mereka bisa belajar dengan baik dan meraih cita-cita setinggi mungkin. Kehadiran pemerintah dan aparat keamanan seperti ini memberikan semangat baru bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Amamapare, Maria Yoke Iriyanan, S.Pd., mengaku sangat bersyukur karena sekolah yang dipimpinnya kini memiliki fasilitas sanitasi yang layak untuk digunakan para siswa dan tenaga pendidik.
“Kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah. Selama ini fasilitas MCK menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi sekolah kami. Dengan adanya bangunan ini, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan sehat. Guru-guru juga sangat terbantu dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar setiap hari,” ujarnya.
Maria berharap fasilitas yang telah dibangun dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin rajin belajar sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Peresmian MCK di SDN Amamapare menjadi bukti bahwa kehadiran Polri melalui Operasi Cinta Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga.
Di tengah keterbatasan wilayah pesisir Pulau Karaka, bangunan sederhana tersebut kini menjadi simbol harapan, kepedulian, dan komitmen bersama dalam membangun masa depan generasi Papua Tengah yang lebih baik. (IT)






