Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Membaca KORASLIMA, Mendidik Generasi: Menyalakan Harapan dari Tanah Tabi

Etty Welerbadge-check


					Membaca KORASLIMA, Mendidik Generasi: Menyalakan Harapan dari Tanah Tabi Perbesar

Jayapura – Enam tahun bukanlah perjalanan yang singkat bagi sebuah gerakan anak muda. Berawal dari ruang-ruang kecil diskusi, kegiatan membaca sederhana, hingga pendampingan literasi di berbagai komunitas, Komunitas Teras Literasi Mahasiswa Papua (KORASLIMA) akhirnya mencatatkan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjalanannya melalui penyelenggaraan Papua Genius League (PGL), sebuah ajang Lomba Cerdas Cermat Antar SMP Se-Kota dan Kabupaten Jayapura.

Kegiatan yang terlaksana atas kolaborasi KORASLIMA bersama PT GPS dan Telkomsel ini mempertemukan 108 pelajar dari berbagai sekolah di Kota dan Kabupaten Jayapura. Bagi banyak orang, Papua Genius League mungkin hanya sebuah kompetisi akademik. Namun bagi KORASLIMA, kegiatan ini merupakan buah dari proses panjang membangun budaya literasi dan pendidikan di Tanah Papua.

Founder KORASLIMA Papua, Mecky Tebai, S.Pd, mengatakan bahwa Papua Genius League adalah mimpi yang perlahan diwujudkan melalui kerja-kerja kecil yang konsisten selama bertahun-tahun.

“Selama lima tahun kami mendidik anak-anak muda melalui gerakan literasi, membangun ruang belajar, berdiskusi, membaca, dan mendampingi mereka. Di tahun keenam ini, kami bersyukur akhirnya dapat melaksanakan kegiatan besar yang melibatkan pelajar SMP dari seluruh Kota dan Kabupaten Jayapura melalui Papua Genius League,” ujarnya.

Menurut Mecky, pembangunan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan program-program formal semata. Diperlukan gerakan sosial yang mampu menyalakan semangat belajar di kalangan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa kekuatan utama gerakan literasi sesungguhnya terletak pada anak-anak muda yang mau bergerak dan menciptakan perubahan di lingkungannya.

“Roh pergerakan literasi itu ada di anak-anak muda. Sekali kita nyalakan api itu, maka wajib kita jaga agar jangan sampai mati. Sebab perubahan besar selalu lahir dari semangat kecil yang dirawat dengan konsisten,”kata Mecky.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya investasi terhadap kecerdasan dan budaya baca generasi muda Papua. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan hanya soal akses pendidikan, tetapi juga bagaimana membangun kecintaan terhadap pengetahuan.

“Generasi yang kekurangan literasi wajib kita beri gizi literasi. Kita harus memberi mereka buku, ruang belajar, diskusi, pendampingan, dan kesempatan untuk bertumbuh. Karena masa depan Papua akan ditentukan oleh seberapa kuat generasi mudanya membaca, berpikir, dan bertindak,” lanjutnya.

Bagi KORASLIMA, Papua Genius League bukan sekadar lomba cerdas cermat. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar untuk membangun ekosistem pendidikan yang sehat di Papua. Melalui kompetisi ini, para pelajar didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi masa depan.

Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi Papua, kehadiran Papua Genius League menjadi simbol bahwa harapan masih terus menyala dari Tanah Tabi. Harapan yang dibangun oleh kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, pemerintah, guru, dan para pelajar yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan perubahan.

Bagi Mecky Tebai, perjalanan KORASLIMA masih jauh dari selesai. Papua Genius League hanyalah satu langkah kecil dari cita-cita yang lebih besar, yaitu melahirkan generasi Papua yang cerdas, kritis, berkarakter, dan mampu menjadi tuan di negerinya sendiri.

“Dari ruang baca yang sederhana hingga aula yang dipenuhi ratusan pelajar hari ini, kami belajar bahwa perubahan memang membutuhkan waktu. Tetapi selama api literasi terus dijaga, harapan itu akan selalu hidup. Dan dari Tanah Tabi, harapan itu sedang kami nyalakan bersama,” tutupnya.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248

Bupati Lantik 18 Kordinator KONI Distrik Kabupaten Mimika Masa Bakti 2026 – 2030, Olahraga Dimulai dari Kampung ke Kota 

5 September 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260905 220842

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023
Trending di Headline