JAYAPURA – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Paniai Utara (IPPMMARPUT) Se-Jayapura menggelar rapat pembentukan sekaligus pelantikan badan formatur dalam rangka pemilihan pengurus periode selanjutnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kota Raja Dalam Idayo Pugaida, Jayapura, Sabtu (16/05/2026).
Rapat pembentukan badan formatur dipimpin langsung oleh Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), menyusul berakhirnya masa kepengurusan periode sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan dan tidak mengalami kevakuman.
Dewan Pertimbangan Organisasi, Agustina Gobai, mengatakan pembentukan badan formatur dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi melalui surat keputusan penunjukan dan penetapan tim formatur untuk mempersiapkan pemilihan pengurus baru.
Adapun susunan badan formatur yang telah ditetapkan, yakni:
Ketua: Menase Kadepa
Sekretaris: Robert Ogetai
Bendahara: Habakuk Kayane
Ketua formatur terpilih, Menase Kadepa, mengajak seluruh anggota organisasi untuk bekerja sama dan berkontribusi demi menyukseskan agenda organisasi, baik melalui dukungan fisik maupun nonfisik.
“Kami berharap seluruh anggota dapat terlibat aktif dan bersama-sama mendukung setiap proses yang akan dilakukan demi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, senior organisasi, Hakim Gobai, menyampaikan apresiasi kepada anggota yang masih aktif dalam organisasi tersebut. Menurutnya, IPPMMARPUT didirikan sebagai wadah pembinaan kepemimpinan dan pengembangan karakter mahasiswa, baik dalam aspek spiritualitas maupun keterampilan intelektual.
“Organisasi ini dibentuk untuk melatih jiwa kepemimpinan serta membangun karakter dan kapasitas mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Agustina Gobai menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam setiap struktur kepanitiaan organisasi. Ia menilai organisasi merupakan ruang belajar bersama tanpa membedakan status laki-laki maupun perempuan.
“Organisasi adalah tempat belajar dan mengajar bagi semua. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam kepanitiaan harus mendapat ruang yang setara,” tegasnya. (RG)








