Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

PDI Perjuangan Mimika Gelar Musancab, Komarudin Watubun: Kalau Mau Ada  Perubahan, Masuk ke Partai Politik 

Etty Welerbadge-check


					PDI Perjuangan Mimika Gelar Musancab, Komarudin Watubun: Kalau Mau Ada  Perubahan, Masuk ke Partai Politik  Perbesar

TIMIKA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Anak Cabang yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Minggu (26/4/2026).

‎Musancab tersebut dihadiri oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-Perjuangan, Komarudin Watubun, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dan para anggota DPRP Papua Tengah, DPRK Mimika dari PDI-Perjuangan, dan para kader.

Dikesempatan yang sama sekaligus membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI-Perjuangan Kabupaten Mimika, Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI-Perjuangan Komarudin Watubun mengatakan, pentingnya kaderisasi dan mengajak generasi muda untuk tidak menjauhi dunia politik.

Di hadapan pengurus DPC dan PAC, Komarudin mengaku terkesan dengan semangat kader di Mimika yang dinilainya luar biasa. Bahkan, hal itu menjadi alasan kuat dirinya hadir langsung dalam forum tersebut.

“Saya sangat semangat melihat semangat teman-teman DPC dan PAC. Semangatnya bagus sekali, makanya saya hadir,” ujarnya.

Komarudin kemudian berbagi pengalaman perjalanan politiknya yang dimulai dari tingkat bawah. Ia pernah menjadi pengurus PAC di Jayapura Selatan sebelum akhirnya menempati posisi di tingkat pusat.

“Saya dulu seperti kalian, dari PAC juga. Siapa tahu dari kalian ada yang bisa sampai ke DPP seperti saya. Hidup dan nasib tidak ada yang tahu,” ungkapnya, memotivasi kader agar terus berproses.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa partai politik tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan sesaat, seperti pemilu atau ambisi pribadi. Dalam sistem demokrasi, partai politik adalah instrumen utama negara yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan.

“Partai politik tidak bisa didirikan untuk kepentingan pribadi atau hanya untuk pemilu. Suka atau tidak suka, partai adalah instrumen utama dalam negara demokrasi,” tegasnya.

Komarudin juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi partai politik saat ini, yakni rendahnya minat generasi muda, khususnya Gen Z, yang cenderung memandang politik secara negatif.

“Gen Z banyak yang menganggap partai itu kotor. Tapi pesan saya, kalau kalian tidak masuk dan mengisi partai, maka tidak akan ada perubahan. Justru perubahan itu harus dimulai dari dalam,” katanya.

Ia menilai fenomena tersebut berdampak pada stagnasi kaderisasi, baik di tingkat nasional maupun global, yang ditandai dengan dominasi pemimpin berusia tua. Kondisi ini, menurutnya, harus segera diubah dengan mendorong keterlibatan aktif generasi muda.

Selain itu, ia juga menyinggung dinamika nasional terkait batas usia ketua partai politik. Namun ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak akan terjawab jika generasi muda tidak proaktif terlibat dalam partai.

“Kalau generasi muda tidak ambil bagian, maka sulit terjadi regenerasi. Setiap partai punya ideologi dan tujuan yang harus diperjuangkan, tidak bisa diserahkan kepada orang yang berpindah-pindah partai,” jelasnya.

Komarudin turut mengkritik praktik politik pragmatis pascareformasi, di mana perpindahan kader antar partai kerap terjadi demi kepentingan jabatan. Ia menilai hal tersebut merusak proses kaderisasi dan komitmen ideologis partai.

Komarudin turut mengkritik praktik politik pragmatis pascareformasi, di mana perpindahan kader antar partai kerap terjadi demi kepentingan jabatan. Ia menilai hal tersebut merusak proses kaderisasi dan komitmen ideologis partai.

Menutup arahannya, ia menegaskan peran penting pengurus PAC sebagai ujung tombak partai di tingkat akar rumput. Menurutnya, kader PAC harus memiliki komitmen kuat karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“PAC adalah ujung tombak partai. Kalian yang langsung berhadapan dengan rakyat, jadi harus punya komitmen yang jelas dalam berpartai,” pungkasnya.

IMG 20260427 WA0005

‎Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Mimika, Adrian Andika Thie dalam sambutannya mengatakan, Musancab ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis dalam membangun fondasi partai yang lebih kokoh.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena baru pertama kali Musancab dilaksanakan. Kami juga merasa terhormat karena dihadiri langsung oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan, Bapak Komarudin Watubun,” ujarnya.

Menurut Adrian, kehadiran jajaran DPP menjadi dorongan moral bagi seluruh kader di Mimika untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagai contoh dan teladan, baik dalam berperilaku maupun dalam membangun partai sebagai “rumah bersama”—yang ia ibaratkan sebagai honai atau tapare bagi seluruh kader.

IMG 20260427 WA0004

Ia pun mengajak seluruh pengurus anak cabang untuk aktif berkontribusi, tidak hanya secara struktural tetapi juga melalui pemikiran dan gagasan yang membangun demi kemajuan partai.

Lebih lanjut, Adrian menegaskan bahwa Musancab periode 2025–2029 harus dimaknai sebagai ruang konsolidasi yang sarat makna.

Forum ini menjadi wadah untuk merumuskan arah perjuangan, memperkuat fondasi organisasi, serta memastikan kesinambungan gerak partai di tengah dinamika zaman.

“PDI Perjuangan adalah partai ideologis. Kekuatan kita bukan hanya pada struktur, tetapi pada kesadaran politik dan nilai-nilai perjuangan, seperti keberpihakan kepada rakyat, keadilan sosial, dan kedaulatan politik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan tiga hal utama yang harus menjadi fokus dalam Musancab.

20260426

Pertama, peneguhan ideologi dan arah perjuangan agar setiap kader, khususnya di tingkat anak cabang, benar-benar memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai partai dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

Kedua, penguatan struktur organisasi yang efektif dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa struktur partai harus diisi oleh kader-kader yang tidak hanya memiliki integritas, tetapi juga dedikasi dan komitmen tinggi.

Ketiga, pengembangan kerja politik yang responsif dan berbasis keadilan rakyat. Menurutnya, ke depan partai harus semakin adaptif dengan pendekatan berbasis data serta menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Adrian juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, keputusan bersama harus dijaga dan dijalankan dengan penuh disiplin sebagai bentuk komitmen bersama.

“Musancab ini harus kita tempatkan sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar ajang kepemimpinan. Amanat yang diemban adalah untuk bekerja dan melayani, bukan sekadar posisi yang dimiliki,” pungkasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Papua Tengah, Dr. Yuni Wonda dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Mimika yang menunjukkan semangat juang dalam pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab).

IMG 20260427 WA0001

Dalam sambutannya, Yuni menyampaikan rasa terima kasih kepada DPC dan seluruh pengurus anak cabang yang hadir dengan “wajah petarung” dan semangat luar biasa sebagai kader partai.

“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus DPC dan anak cabang yang hadir dengan semangat juang yang luar biasa,” ujarnya.

Dengan keputusan tersebut, seluruh struktur partai di Indonesia diinstruksikan untuk melaksanakan konsolidasi melalui Konferda, Konfercab, hingga Musancab.

“Ini adalah agenda nasional. Seluruh pengurus dari tingkat DPD, DPC, PAC hingga ranting wajib melaksanakan tahapan konsolidasi partai, dan hari ini Mimika telah menjalankan Musancab sebagai bagian dari itu,” tegasnya.

Menurut Yuni, kekuatan utama partai terletak pada soliditas dan konsolidasi hingga ke akar rumput. Ia mengingatkan bahwa jabatan dalam struktur partai bukan sekadar kepercayaan semata, melainkan tanggung jawab besar untuk menggerakkan organisasi secara nyata di tengah masyarakat.

“Tugas kita bukan hanya duduk sebagai pengurus, tetapi bagaimana memastikan partai ini benar-benar mengakar ke bawah. Kita harus turun langsung, konsolidasi dengan masyarakat. Tanpa itu, partai tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

Ia juga menyoroti keberhasilan PDI Perjuangan di Papua Tengah sebagai bukti nyata dari kerja konsolidasi yang solid. Salah satunya adalah keberhasilan mengantarkan kader menjadi gubernur serta capaian 11 kursi legislatif di provinsi tersebut.

“Itu adalah hasil kerja nyata dari konsolidasi yang baik. Partai ini sudah membuktikan,” ungkapnya.

Ke depan, Yuni menegaskan target besar bagi PDI Perjuangan Papua Tengah, yakni meraih 15 kursi di tingkat provinsi. Untuk mencapai target tersebut, ia meminta seluruh DPC, termasuk Mimika, untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif.

“Target kita jelas, 15 kursi untuk Papua Tengah. Maka DPC Mimika harus bekerja lebih keras untuk menambah kursi. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sulap Lahan Tidur Jadi Harapan Baru, Satgas TMMD Mimika Bangun Pertanian Bersama Warga

27 April 2026 - 12:22 WIB

IMG 20260427 WA0065

Brimob Tak Hanya Jaga Keamanan, Aktif Mengajar dan Berbagi Kasih di Kapiraya

27 April 2026 - 12:15 WIB

IMG 20260427 WA0057

Bupati Mimika Ungkap Sistem Baru, Kenaikan Pangkat ASN Lebih Fleksibel

27 April 2026 - 08:35 WIB

IMG 20260427 WA0050

Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Papua 2026–2031 Resmi Dibuka, Dorong Penguatan Zakat Produktif

27 April 2026 - 08:05 WIB

IMG 20260427 WA0044

Pemkab Mimika Gelar Apel Hari Otonomi Daerah, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

27 April 2026 - 07:56 WIB

IMG 20260427 WA0007
Trending di Headline