Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Pemuda Katolik KOMCAB Paniai Bersikap Kritis terhadap Kunjungan Wakil Presiden Di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Pemuda Katolik KOMCAB Paniai Bersikap Kritis terhadap Kunjungan Wakil Presiden Di Papua Tengah Perbesar

PANIAI – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Paniai, Yunus Gobai, memberikan catatan kritis terkait kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Provinsi Papua Tengah pada Senin (20/4/2026).

“Meskipun menyambut kedatangan wakil presiden di Nabire, saya  menegaskan bahwa agenda kunjungan tidak boleh hanya terpaku pada pembangunan fisik semata, sementara kondisi keamanan dan kemanusiaan warga asli Papua sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja,” katanya.

Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Provinsi Papua Tengah pada Senin (20/4/2026) kemarin. Wakil Presiden kali ini hanya mencakup tiga agenda utama yaitu meninjau pusat pemerintahan, pelabuhan, dan bandara.

“Saya menilai bahwa membatasi agenda hanya pada sektor infrastruktur merupakan sebuah kegagalan dalam menangkap momentum penting,” tambahnya.

Catatan Kritis:
1. Kunjungan wakil Presiden ke Papua Tengah diharapkan dapat menggunakan pendekatan yang lebih humanis dan mengakomodasi suara masyarakat sipil untuk menyelesaikan akar permasalahan, bukan hanya berfokus pada pemantaun proyek fisik (Bandara, Pelabuhan dan Pembangunan Pemerintahan)

2. Pemuda Katolik mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada pendekatan keamanan yang represif, tetapi beralih ke pendekatan dialogis dan kemanusiaan. Desakan agar negara hadir memberikan perlindungan dan pendampingan kepada warga sipil menjadi perhatian serius di tengah kunjungan wakil presiden

3. Kunjungan wakil presiden ke Papua Tengah diharapkan tidak mengabaikan situasi darurat kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang masih terjadi, dengan tujuan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, bukan hanya stabilitas keamanan sementara.

4. Pemuda Katolik mendesak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran menarik militer non-organik (TNI/Polri) yang beroperasi sejak September 2025-2026. Kehadiran pasukan ini dinilai menimbulkan trauma, keresahan, serta menghambat aktivitas ekonomi warga, memicu aksi damai menuntut penarikan kembali ke Jakarta.

5. Pemerintah Provinsi Papua Tengah harus berani menyodorkan fakta-fakta kemanusiaan ini kepada Wakil Presiden agar masalah tersebut dapat ditarik ke tingkat pembahasan nasional.

Secara keseluruhan, meskipun kunjungan kerja Wakil Presiden Ke Nabire Papua Tengah dilakukan, desakan untuk menarik militer non-organik, tetap menjadi isu utama yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat di Papua. (Cr3)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News