DEIYAI — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, secara resmi melantik Beatrix Waine, Amd.Kep sebagai Penjabat (Pj) Kepala Kampung Wagomani, yang berlangsung di ruang pertemuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Deiyai, Senin (20/4/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum bersejarah karena Beatrix Waine tercatat sebagai kepala kampung perempuan pertama yang dilantik di Kabupaten Deiyai.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas DPMK, para kepala bidang, staf DPMK, Bendahara Kampung Wagomani, Bamuskam, serta masyarakat Kampung Wagomani.

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan langkah penting dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan pemerintahan kampung.
“Hari ini kami melantik penjabat kepala kampung perempuan pertama di Deiyai untuk Kampung Wagomani,” ujar Bupati.
Bupati juga memberikan penekanan khusus kepada Beatrix Waine agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam pemerataan bantuan pemerintah kepada seluruh masyarakat.
Menurutnya, seluruh bantuan yang bersumber dari pemerintah harus disalurkan secara adil dan merata tanpa diskriminasi.
“Saya mohon kepada ibu agar bantuan-bantuan dari pemerintah disalurkan secara merata. Semua masyarakat wajib menerima, tidak boleh ada yang menerima dobel atau berlipat,” tegasnya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat akan meninggalkan kesan positif dan mendapat dukungan masyarakat di masa mendatang.

Bupati juga menegaskan bahwa evaluasi kinerja kepala kampung akan dilakukan setiap tiga bulan. Jika dalam masa evaluasi kepala kampung dinilai tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, maka pemerintah daerah tidak segan melakukan pergantian.
“Apabila tidak menjalankan tugas dengan baik, saya akan tunjuk orang Wagomani yang lain,” tegas Bupati.
Dalam arahannya, Bupati juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mengembalikan kewenangan yang lebih luas kepada kepala distrik dan kepala kampung.
Ia menekankan bahwa tugas kepala kampung tidak hanya berfokus pada pengelolaan anggaran, tetapi juga harus aktif memperhatikan berbagai sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, keagamaan, dan kesehatan.
“Jangan hanya urus uang saja, tetapi sekolah, gereja, TK, PAUD, dan puskesmas yang ada di kampung juga harus diperhatikan dengan baik, karena orang pertama yang akan saya tanyakan adalah kepala desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan adanya rencana pembangunan akses jalan dari Wagomani menuju Muguboopa. Ia meminta agar pemerintah kampung memastikan pembangunan jalan tersebut tidak dihambat karena infrastruktur tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.
“Pastikan tidak ada yang menghalangi atau melakukan palang, karena jalan ini bukan untuk bupati, tetapi untuk masyarakat,” katanya.
Sebagai seorang tenaga kesehatan dengan latar belakang perawat, Beatrix Waine juga diminta untuk memberi perhatian serius pada sektor kesehatan, khususnya mengaktifkan kembali pelayanan puskesmas dan posyandu.
Bupati menyebut bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah, selain penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan babi dan pertanian komoditas seperti kopi, bawang putih, dan bawang merah.
Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan pemerintah kampung dapat melaporkan perkembangan nyata di lapangan.
“Kami ingin ada laporan bahwa di Kampung Wagomani sudah ada kebun bawang sekian, kandang babi sekian, dan program kesehatan yang aktif,” tutupnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi peningkatan pelayanan pemerintahan Kampung Wagomani sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kepemimpinan perempuan di Kabupaten Deiyai. (SK)










