TIMIKA – Sejumlah warga di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menyampaikan rasa syukur karena berkesempatan melihat dan menyalami Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Warga yang menunggu kedatangan wapres di depan Mall Diana langsung mengerubungi mobil yang digunakan Wapres Gibran. Mereka menyerukan “Mas Gibran” dan langsung mendekati mobil sembari merekam momen langka tersebut menggunakan telepon seluler.

Wapres Gibran tiba di Mimika dan langsung menuju ke Toko Meriah, depan Mall Diana, Jalan Budi Utomo berbelanja kebutuhan sekolah, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 17.58 sore. Nampak Bupati Mimika, Johannes Rettob turut mendampingi Gibran masuk dan berbelanja.
Dua warga yang mengaku sempat menyalami Wapres Gibran mengaku senang dengan kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Novita Sawaki misalnya mengatakan bersyukur Wapres Gibran tiba dengan selamat di Timika. Ia berharap program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan sesuai dengan rencana.
Namun ia mengaku sedikit kecewa saat bertemu Wapres Gibran. Sebab, ia memiliki anak-anak yang bersekolah tapi tidak dapat buku dalam kesempatan tersebut karena dirinya tidak mendapat voucher.

“Tapi itu bukan masalah. Karena kami dapat kesempatan menyalami Wapres. Saya sendiri berharap anak-anak Papua khususnya dapat perhatian lebih berkaitan dengan sekolah dan pendidikan yang lebih baik,” kata Novita Sawaki.
Warga Kwamki Narama ini juga menyampaikan harapan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dapat berjalan. Sebab di lingkungan tempat ia tinggal, ada empat sekolah yang disebutnya belum merasakan program andalan Prabowo-Gibran tersebut.
“Kami di daerah itu rawan konflik dan kalau memang tidak bisa dapat MBG mungkin bisa diuangkan melalui program pendidikan gratis,” saran Novita.
Perasaan yang sama disampaikan Aleda Warinussy. Ia menilai masalah-masalah yang muncul dalam program MBG harus diselesaikan dan nantinya dapat dinikmati semua anak-anak.
“Kalau bisa itu yang dipastikan dana pendidikan. Karena kalau makanan (MBG) itu ya oke kami masih bisa. Karena kami orang tua ini kita kadang juga masih perhatikan sarapan mereka. Jadi lebih bagusnya itu dana pendidikan yang diberikan ke anak-anak sekolah daripada MBG,” terang dia.
Berbeda dengan Novita yang tidak mendapat hadiah, Aleda sendiri mendapat satu paket buku yang ia langsung berikan ke anaknya. Selain itu, ia mengaku juga mendapat baju kaos.
“Tadi juga kami panas-panasan disini tunggu wapres. Tapi begitu sudah, kebanyakan hanya yang dapat voucher itu yang dikhususkan untuk dapat buku,” pungkas Aleda Warinussy. (Cr1)








