Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Satu Data ASN Jadi Fokus, BKPSDM Papua Tengah Optimalkan Sistem Informasi Kepegawaian Digital

Etty Welerbadge-check


					Satu Data ASN Jadi Fokus, BKPSDM Papua Tengah Optimalkan Sistem Informasi Kepegawaian Digital Perbesar

NABIRE – Upaya memperkuat tata kelola aparatur berbasis teknologi terus didorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Papua Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepegawaian tentang peremajaan data serta usulan kenaikan pangkat dan pemberhentian ASN, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula BKPSDM Papua Tengah, Jalan Sisingamangaraja, Nabire ini menjadi bagian dari strategi implementasi sistem informasi kepegawaian digital menuju kebijakan Satu Data ASN yang terintegrasi dan transparan.

IMG 20260413 WA0032

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembenahan data kepegawaian sebagai fondasi utama dalam pelayanan administrasi ASN berbasis digital.

“Sudah saatnya kita sama-sama memperbaiki data kepegawaian. Jika di tingkat provinsi sudah tertata, maka di delapan kabupaten juga akan lebih mudah. Mari kita layani ASN dengan hati dan profesional,” ujarnya.

Sebanyak 60 peserta dari 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan pengelola kepegawaian yang menjadi ujung tombak dalam penginputan dan pengelolaan data ASN di masing-masing instansi.

 

Dalam pemaparannya, Denci mengungkapkan bahwa jumlah ASN di Papua Tengah saat ini mencapai sekitar 2.300 orang. Namun, sekitar 25 persen di antaranya masih berstatus kepegawaian dari daerah asal kabupaten, yang berdampak pada keterlambatan layanan administrasi seperti kenaikan pangkat dan pemberhentian.

IMG 20260413 WA0034

Meski demikian, Papua Tengah mencatat capaian positif dalam pengelolaan data ASN. Per 27 Februari 2025, provinsi ini berada di peringkat kedua dengan disparitas data terkecil di wilayah kerja Badan Kepegawaian Negara Regional IX Jayapura. Selain itu, Papua Tengah juga menempati posisi pertama dalam laporan penginputan aplikasi E-Kinerja tahun 2025.

“Capaian ini bukan semata-mata kerja BKPSDM, tetapi hasil kolaborasi dan koordinasi seluruh pengelola kepegawaian OPD,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Sistem Informasi ASN, Natalion Patoding menjelaskan bahwa Bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital para pengelola kepegawaian, khususnya dalam penggunaan sistem dan aplikasi layanan ASN.

IMG 20260413 WA0037

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi solusi dalam mempercepat dan menyederhanakan proses administrasi kepegawaian. Dalam kegiatan ini, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi layanan pengaduan dan peremajaan data ASN yang memungkinkan proses dilakukan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor BKPSDM.

“Dengan aplikasi ini, teman-teman tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor. Cukup mengisi data melalui sistem yang sudah disiapkan, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan,” jelasnya.

Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, Bimtek ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan kepegawaian, khususnya terkait peremajaan data, usulan kenaikan pangkat, dan pemberhentian ASN.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap implementasi sistem informasi kepegawaian berbasis digital dapat berjalan optimal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang modern, akuntabel, dan berbasis data.

Dengan penguatan sistem Satu Data ASN, diharapkan pengelolaan kepegawaian di Papua Tengah ke depan semakin terstruktur, terintegrasi, dan mampu menjawab tantangan era digital. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Resmikan Dua Rumah Dinas Kejari, Nilai Proyek Rp1,5 Miliar

19 April 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260419 WA0017

Aksi Bersih Pantai Nabire Jadi Momentum Bangun Budaya Hidup Bersih

19 April 2026 - 12:40 WIB

IMG 20260419 WA0002

Pemkab Mimika Gandeng APIP dan APH, Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum Humanis

19 April 2026 - 12:25 WIB

IMG 20260419 WA0000

Hingga Maret 2026, BPJS Ketenagakerjaan Mimika Salurkan Klaim Rp56,25 Miliar kepada 2.432 Peserta

19 April 2026 - 12:17 WIB

IMG 20260418 WA0016

Kapolda Cup Mini Soccer 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 32 Tim SMP di Mimika

19 April 2026 - 06:28 WIB

IMG 20260418 WA0061
Trending di Headline