NABIRE – Sebanyak 22 mahasiswa resmi diwisuda dalam Wisuda Angkatan III STMIK Pesat Nabire yang digelar di Aula kampus tersebut, Jalan Poros Samabusa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (11/4/2026).

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh unsur pemerintah, lembaga pendidikan, serta keluarga wisudawan dan wisudawati. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga penanda lahirnya generasi baru yang siap berkontribusi di bidang teknologi digital.

Hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Marthe Ukago membacakan sambutan tertulis Meki Nawipa. Dalam pesannya, Gubernur menekankan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan di tengah arus transformasi digital yang berkembang pesat.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan. Dunia ke depan penuh tantangan, terutama di era transformasi digital,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Fokus pada penguatan literasi teknologi menjadi pesan utama. Para lulusan didorong untuk mampu mengaplikasikan ilmu di bidang informatika dan komputer, tidak hanya dalam dunia kerja, tetapi juga dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat berbasis digital.

Menurut Gubernur, penguasaan teknologi informasi kini menjadi kunci dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pelayanan publik. Oleh karena itu, lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi digital di Papua Tengah.
Selain kecerdasan intelektual, para wisudawan juga diingatkan pentingnya memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti digitalisasi layanan, sistem informasi, dan pemanfaatan data.

Apresiasi turut diberikan kepada STMIK Pesat Nabire atas konsistensinya mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi informasi di wilayah Papua Tengah. Kampus ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital di daerah.

Wisuda ini menjadi momentum penting dalam mendorong lahirnya talenta-talenta digital lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Para lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat pembangunan daerah berbasis teknologi, sekaligus menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks.

Acara ditutup dengan doa dan ucapan syukur, disertai harapan agar para lulusan menjadi kebanggaan keluarga, almamater, serta motor penggerak transformasi digital di Papua Tengah. (MB)









