DOGIYAI – Kapolda Papua Tengah Jermias Rontini menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri di tengah dinamika situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di Lapangan Apel Mapolres Dogiyai yang diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah, jajaran Polres Dogiyai, serta personel BKO Brimob Yon A dan Brimob PAS III Pelopor Korbrimob Polri.
Kegiatan apel ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal sekaligus meningkatkan moril dan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya soliditas, disiplin, dan profesionalisme anggota Polri, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah yang tengah menghadapi situasi sensitif.
Ia juga mengakui bahwa sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini berpotensi mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret untuk memulihkan hubungan dengan publik.
“Kehadiran pimpinan di tengah personel merupakan bentuk perhatian serius terhadap dinamika situasi di lapangan,” demikian disampaikan dalam apel tersebut.
Sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat, Kapolda Papua Tengah juga merencanakan pertemuan bersama tokoh masyarakat dengan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, termasuk Frits Ramandey.
Langkah ini dinilai penting sebagai wujud transparansi dan keterbukaan Polri dalam menyikapi berbagai perkembangan situasi pasca kejadian di Dogiyai.
Melalui pendekatan dialogis dan humanis, Polri berharap dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang profesional, terbuka, dan berorientasi pada perlindungan warga. (MB)









