TIMIKA – Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses rencana pembakaran jenazah Junius Magai, sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan.
“150 personel gabungan ini terdiri dari Polres Mimika, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah dan Pas Brimob III,” kata Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H saat ditemui seusai memimpin apel, Rabu (01/04/2026).
Walaupun di keluarga korban sempat ada pro dan kontra, mengingat awalnya direncanakan pemakaman bukan dibakar, kata Kapolres pihaknya juga sudah memberikan himbauan.
“Perlu diingat ini bukan korban perang tapi ini murni kriminal dan sudah ada laporan polisi,” kata AKBP Billy.
Ditegaskan Kapolres, apabila pada saat dilakukan prosesi pembakaran dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka pihaknya akan sesuaikan dengan protap yang ada.
“Anggota juga sudah kami tekankan untuk utamakan keselamatan anggota dan masyarakat. Kami juga tadi menghimbau agar tidak ada anggota yang membawa amunisi tajam. Kemudian untuk perintah apapun itu atas perintah Kapolres,” tegas AKBP Billy. (IT)









