NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si menegaskan komitmennya untuk memperkuat stabilitas keamanan dan meningkatkan pelayanan kepolisian yang humanis serta berkeadilan di wilayah Papua Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan Brigjen Jermias Rontini dalam amanatnya pada Upacara Serah Terima Pataka “Nathangga Bakti” Polda Papua Tengah, yang dirangkaikan dengan kegiatan Welcome and Farewell Parade, di Nabire, Senin (30/3/2026).
Dalam sambutannya, Jermias menyebut upacara Pataka bukan sekadar seremoni, melainkan momentum sakral untuk meneguhkan jati diri, semangat, dan nilai-nilai luhur pengabdian Polri, khususnya bagi seluruh personel Polda Papua Tengah.
Ia menjelaskan Pataka “Nathangga Bakti” yang berasal dari bahasa Sanskerta memiliki makna pelindung masyarakat dan negara dengan penuh pengabdian dan penghormatan. Nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan tindakan kepolisian.
“Makna ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap langkah, kebijakan, dan tindakan harus berpihak pada kepentingan masyarakat, menjunjung tinggi hukum, serta dilandasi keikhlasan dan integritas,” ujar Jermias.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Papua Tengah juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada pejabat lama Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., atas dedikasi dan kepemimpinan dalam merintis serta membangun fondasi Polda Papua Tengah sejak awal berdiri.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Polda Papua Tengah, saya mengucapkan terima kasih dan selamat melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru sebagai Kapolda Papua Barat,” ungkapnya.
Jermias menegaskan bahwa dirinya memahami tantangan tugas di Papua Tengah tidaklah ringan, mengingat kondisi geografis yang beragam serta karakter sosial budaya yang khas. Karena itu, ia menekankan pentingnya kehadiran Polri yang profesional, humanis, dan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Ke depan, ia mengajak seluruh jajaran Polda Papua Tengah memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas kamtibmas dengan pendekatan preemtif dan preventif, meningkatkan pelayanan publik berbasis nilai Presisi, serta menghormati kearifan lokal sebagai kekuatan membangun kepercayaan masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat di Papua Tengah.
“Pataka Nathangga Bakti harus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas kita. Jadikan nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan kehormatan sebagai pedoman utama,” tegasnya.
Kapolda berharap momentum serah terima Pataka menjadi titik awal untuk melanjutkan pengabdian dengan semangat baru, demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera. (MB)









