NABIRE – Perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa menekankan pentingnya transformasi politik yang lebih nyata dan berpihak kepada rakyat dalam agenda pengukuhan DPW PKB Papua Tengah di Auditorium RRI Nabire.
Hadir mewakili Ketua Umum DPP PKB, Hindun Anisah menyampaikan amanat yang menegaskan arah perjuangan partai ke depan, khususnya dalam menghadapi dinamika politik dan tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan pengukuhan, orientasi politik, dan musyawarah kerja wilayah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi kekuatan partai.
“Ini adalah momen untuk menegaskan kembali arah perjuangan partai, sekaligus memperkuat komitmen kita dalam menjawab harapan rakyat,” ujarnya.
Dalam amanat yang dibacakan dari Ketua Umum Muhaimin Iskandar, ditegaskan bahwa politik tidak boleh berjalan biasa-biasa saja di tengah perubahan global yang cepat.
Menurutnya, partai politik harus mampu naik kelas, dari sekadar rutinitas menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
“Politik harus naik kelas, dari sekadar janji menjadi kerja nyata, dari sekadar kontestasi menjadi kepemimpinan,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.
Empat Pilar Perjuangan PKB
DPP PKB juga menegaskan empat pendekatan utama yang harus dijalankan seluruh kader, yaitu:
* Politik Kehadiran : kader harus hadir langsung di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi
* Politik Pelayanan: membantu kebutuhan nyata masyarakat seperti akses kesehatan, pendidikan, dan ekonomi
* Politik Keteladanan: menjaga integritas, kejujuran, dan sikap santun
* Politik Kepemimpinan: berani mengambil tanggung jawab dan memimpin perubahan
Pendekatan ini dinilai sebagai strategi untuk membangun kepercayaan publik terhadap partai politik di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat.
Fokus Konsolidasi dan Kaderisasi
Selain itu, DPP PKB menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat bawah serta kaderisasi berkelanjutan.
Setiap pengurus diminta memiliki peran yang jelas dan aktif dalam membangun basis dukungan masyarakat secara sistematis, bukan hanya menjelang pemilu.
“Kemenangan tidak lahir dari baliho, tetapi dari kepercayaan. Dan kepercayaan lahir dari kerja nyata yang terus-menerus,” tegasnya.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa persiapan menuju Pemilu 2029 harus dimulai sejak sekarang melalui konsolidasi, pelayanan kepada masyarakat, serta penguatan citra partai di ruang publik.
PKB diharapkan tidak hanya menjadi peserta pemilu, tetapi juga menjadi penggerak perubahan dan penentu arah pembangunan bangsa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PKB dalam memperkuat peran politiknya di Papua Tengah, sekaligus mendorong kader untuk lebih aktif, responsif, dan hadir di tengah masyarakat. (MB)









