TIMIKA – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, bersama Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, membantah pernyataan salah satu anggota DPR Papua Tengah yang menyebut masyarakat di Distrik Akimuga masih hidup dalam kemiskinan dan belum merasakan pembangunan.
Hasan Kemong menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh anggota DPR Papua Tengah, Yohanis Kemong, yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurut Hasan, bantahan tersebut disampaikan berdasarkan hasil kunjungan langsung dirinya bersama Kepala Distrik Agimuga ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka bertemu masyarakat sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga.
“Saat kami berada di Agimuga, tidak ada satu pun masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait kemiskinan seperti yang disebutkan. Justru masyarakat menyambut baik dan menantikan pembangunan yang sedang berjalan,” ujar Hasan di Timika, Sabtu (28/03/2026).
Ia menjelaskan, dalam kunjungan tersebut, dirinya juga sempat bertemu dengan Yohanis Kemong di bandara sebelum berangkat ke Agimuga. Namun, selama berada di lokasi, tidak ada pembicaraan dari masyarakat terkait isu kemiskinan.
Hasan mengakui sempat terjadi pemalangan di lokasi pengambilan material, namun persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik sehingga aktivitas kembali berjalan normal.
“Tidak ada masyarakat Agimuga yang mengatakan mereka miskin. Yang ada adalah harapan agar pembangunan terus berjalan. Jadi pernyataan bahwa masyarakat di Agimuga masih miskin itu tidak benar,” tegasnya.
Ia juga menyebut memiliki data yang mencakup sejumlah kampung seperti Aramsolki, Kiliarma, Kampung Tengah, Amungun, Patisamo, hingga Fakafuku, yang menurutnya tidak pernah menyampaikan keluhan terkait kemiskinan seperti yang dimaksud.
Sementara itu, Kepala Distrik Akimuga, Arianus Katagame, menambahkan bahwa kunjungan tersebut bertepatan dengan masa awal dirinya menjabat sebagai kepala distrik, sehingga lebih difokuskan pada perkenalan dengan masyarakat.
“Kami datang dalam suasana kekeluargaan, bukan dalam agenda pemerintahan. Tidak ada pembahasan terkait kemiskinan, yang ada hanya kegiatan adat dan silaturahmi dengan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Distrik Agimuga merupakan salah satu wilayah yang menjadi prioritas pembangunan pemerintah daerah, terutama setelah mendukung kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong pada Pilkada lalu.
Menurutnya, berbagai kendala seperti pemalangan justru dapat menghambat pembangunan jika tidak diselesaikan bersama.
Arianus juga mengingatkan agar setiap pernyataan terkait kondisi masyarakat, khususnya soal kemiskinan, harus disertai data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan menyampaikan angka kemiskinan tanpa data yang jelas. Semua harus berbasis fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Red)









