Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Usai Aksi Pendulang, Pengusaha Emas Mulai Serap Hasil Dulangan, Jalan Ahmad Yani Sempat Tersendat

Etty Welerbadge-check


					Usai Aksi Pendulang, Pengusaha Emas Mulai Serap Hasil Dulangan, Jalan Ahmad Yani Sempat Tersendat Perbesar

TIMIKA — Pasca aksi yang dilakukan para pendulang emas pada 25 Maret 2026, sejumlah pengusaha emas mulai merespons dengan kesiapan membeli hasil dulangan masyarakat.

Pantauan di lapangan, ratusan pendulang tradisional tampak berdatangan sejak pagi dan berkumpul untuk menunggu proses pembelian emas oleh para pengusaha.
Meski tidak melakukan aksi unjuk rasa, para pendulang tetap memadati ruas Jalan Ahmad Yani, tepatnya di pertigaan Pin Seluler dan pertigaan Pasar Gorong-gorong. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas sempat terhenti karena banyaknya massa yang berkumpul.

Koordinator pendulang emas, Simon Victor Rahanjaan, mengatakan penutupan akses jalan terjadi secara situasional akibat membludaknya jumlah pendulang di lokasi.

“Jalan tetap ditutup sementara, karena jumlah pendulang sangat banyak dan berpotensi menghambat arus lalu lintas,” ujarnya saat mendampingi para pendulang.

Ia menjelaskan, saat ini para pengusaha emas telah menyatakan kesiapan untuk membeli hasil dulangan. Namun, proses transaksi masih menunggu pencairan dana.

“Pengusaha emas saat ini sedang antre di bank untuk pencairan uang. Ada tiga toko emas yang siap melayani pembelian hari ini, yaitu Hana, Citra, dan Azka,” jelasnya.

Simon menambahkan, sebelumnya telah ada satu pengusaha yang berkomitmen membeli emas, namun dengan kapasitas terbatas. Hal tersebut menjadi alasan para pendulang kembali datang untuk menjual hasil dulangan mereka.

Meski pembelian dilakukan secara terbatas, para pendulang berharap seluruh hasil emas dapat terserap hingga sore hari.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak pendulang juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menghindari potensi gangguan keamanan.

“Kami terus berkomunikasi dengan kepolisian agar situasi tetap aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline