Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Hilal 1 Syawal 1447 H Tidak Terlihat di Provinsi Papua

Etty Welerbadge-check


					Hilal 1 Syawal 1447 H Tidak Terlihat di Provinsi Papua Perbesar

Merauke – Hilal tanda masuknya bulan Syawal di Provinsi Papua tidak terlihat di Pos Observasi Bulan Merauke, pada Kamis, (19/03/2026). Pemantauan hilal dikaksanakan oleh Tim Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua beserta Tim Falakiyah serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V.

IMG 20260319 WA0004

Pemantauan Hilal ini dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Papua Selatan, perwakilan unsur Forkopimda Papua Selatan, Kemenag Provinsi Papua, organisasi-organisasi Islam di Provinsi Papua Selatan serta unsur lainnya di Kabupaten Merauke.

IMG 20260319 WA0019

Mewakili pemerintah daerah, Bupati Kabupaten Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menunggu keputusan pemerintah dan juga menghargai keputusan organisasi Islam lainnya (yang mungkin berbeda).

“Kami pemerintah daerah bersama masyarakat akan mengikuti apa keputusan terbaik yang dikeluarkan oleh seluruh ormas Islam dan juga oleh pemerintah dibawah Kementerian Agama,” ujar Bupati.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, saat memberikan sambutan sebelum proses pengamatan berlangsung menyampaikan bahwa Kementerian Agama dalam penetapan jatuhnya bulan-bulan hijriah termasuk Syawal, berpegang teguh pada kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

IMG 20260319 WA0039

“Kriteria ini menetapkan bahwa hilal dapat dinyatakan terlihat jika memenuhi dua syarat, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat,” ujar Kakanwil.

Kakanwil juga menyoroti perbedaan pandangan atau metode yang sering terjadi dalam bulan hijriah. Kakanwil menyatakan hal tersebut sangatlah lumrah terjadi dalam khazanah Islam, dan mengajak masyarakat untuk tetap rukun.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak, menjaga persatuan, dan menghormati keputusan yang diambil oleh pemerintah melalui Sidang Isbat. Kebersamaan dan persatuan umat adalah kunci dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari besar Islam.” kata Kakanwil.

Kepala Stasiun BMKG Merauke, Wahyu Hidayat, menyampaikan, konjungsi atau fase bulan baru atau yang biasa disebut itjima’, terjadi pada pukul 10.23.23 WIT.

IMG 20260319 WA0029

“Adapun ketinggian hilal saat matahari terbenam adalah 0,91 derajat, dengan elongasi sebesar 4,04 derajat,” ujar Wahyu.

Wahyu juga menambahkan, bahwa posisi azimuth bulan berada pada 273 derajat, dimana hilal terletak di sebelah utara-atas matahari, dengan fraksi iluminasi (tingkat kecerahan) sebesar 0,12%. Secara teori dengan posisi tersebut, hilal sangat sulit diamati di Merauke.

“Namun demikian, kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sebagai bagian dari verifikasi lapangan terhadap hasil hisab, sekaligus sebagai kontribusi data dalam Sidang Isbat penentuan awal bulan Syawal yang diselenggarakan oleh pemerintah,” kata Wahyu.

IMG 20260319 WA0023

Akhirnya setelah melakukan pengamatan, Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua, Hendra Yulia Rahman, menyampaikan bahwa hilal tidak terlihat.

“Ketinggian hilal sudah di atas ufuk dengan ketinggian 0,91 derajat dengan elongasi 4,04 derajat, secara kriteria imkanur rukyat sulit untuk keliatan, dan bisa dipastikan tidak keliatan,” ujar Hendra.

Meski demikian Hendra menyatakan untuk tetap menunggu keputusan dari Sidang Isbat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama di Jakarta malam nanti.

Sebagai informasi Sidang Isbat akan digelar secara nasional pada jam 19.00 WIB yang akan disiarkan langsung dari Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Asisten II Setda Deiyai Buka Kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 04:43 WIB

IMG 20260603 WA0022

Tiba di Nabire, Ribka Haluk dan Diana Kusumastuti Tinjau Puspem Papua Tengah

3 Juni 2026 - 04:33 WIB

IMG 20260603 WA0008

138 Siswa SD YPPK Waonaripi Timika Lulus 100 Persen, Catat Prestasi Nilai Gemilang

2 Juni 2026 - 13:20 WIB

20260602

Potowaiburu Siap Bertransformasi Jadi Kota Kecil Baru di Ujung Barat Mimika, Infrastruktur dan Air Bersih Jadi Kunci Utama

2 Juni 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260602 WA0032

Dinkes Mimika Gelar Workshop TB DOTS untuk Perkuat Layanan TBC di Daerah Terpencil

2 Juni 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260602 WA0026
Trending di Headline