Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Kesadaran Warga Dinilai Masih Rendah, Program Bank Sampah di Mimika Belum Maksimal

Etty Welerbadge-check


					Kesadaran Warga Dinilai Masih Rendah, Program Bank Sampah di Mimika Belum Maksimal Perbesar

TIMIKA – Program pengelolaan sampah melalui bank sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika hingga kini belum berjalan maksimal. Rendahnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mimika, Jefry Deda, mengatakan bahwa sejak diluncurkan pada tahun lalu, program bank sampah belum mendapat respons yang signifikan dari warga. Padahal, DLH telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.

Menurutnya, pihak DLH bahkan telah memberikan pelatihan kepada pengelola bank sampah. Namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat untuk mulai mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah tangga.

“Program ini sebenarnya sudah kami siapkan, termasuk pelatihannya. Sekarang tinggal bagaimana pengelola menyampaikan kepada masyarakat bahwa sampah yang mereka kumpulkan bisa ditampung,” ujar Jefry saat ditemui, Senin (16/3/2026).

Ia menilai, rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih menjadi persoalan serius. Padahal, jika dikelola dengan baik melalui bank sampah, volume sampah dapat berkurang sekaligus meminimalkan risiko banjir akibat saluran air yang tersumbat.

Karena itu, DLH Mimika berharap adanya dukungan dari pemerintah di tingkat distrik hingga kampung untuk turut mendorong masyarakat agar lebih aktif memilah dan mengelola sampah. Ke depan, DLH juga berencana meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Jefry menambahkan, masih banyak warga yang menganggap membuang sampah ke saluran air lebih mudah dibandingkan mengumpulkannya untuk dibawa ke bank sampah.

“Padahal jika terus dibuang ke kali atau saluran air, dampaknya bisa menimbulkan banjir. Ini yang perlu kita ubah bersama, bahwa mengelola sampah dengan baik justru lebih bermanfaat,” tegasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News