TIMIKA – Situasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat Indonesia terkait keberangkatan ibadah haji dan umroh.
Operator Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk layanan haji dan umroh, Haji Nastur, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kondisi keamanan di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, jalur penerbangan bagi jamaah haji dinilai masih dalam kondisi aman.
“Untuk sementara informasi yang kami terima, ibadah haji masih aman. Rute penerbangan yang digunakan jamaah haji berada jauh dari wilayah yang terdampak konflik,” ujarnya saat diwawancarai di Mal Pelayanan Publik Timika, belum lama ini.
Ia menegaskan hingga saat ini tidak ada jamaah haji yang tertahan, karena musim haji juga belum dimulai. Namun, bagi masyarakat yang berencana berangkat umroh, keberangkatannya untuk sementara waktu masih ditunda sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
“Bagi yang mau berangkat umroh sementara ini dipending dulu. Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait kondisi keamanan perjalanan,” jelasnya.
Sementara itu, jamaah umroh yang saat ini berada di Tanah Suci dan akan kembali ke Indonesia diminta untuk mengikuti arahan pemerintah agar proses kepulangan dapat berjalan dengan aman.
Di wilayah Timika sendiri, jumlah calon jamaah haji yang diperkirakan akan berangkat tahun ini sekitar 120 orang. Pendaftaran haji tetap dibuka setiap hari, namun proses pemberangkatan nantinya akan diatur melalui embarkasi di Makassar. (CR2)







