TIMIKA – Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dalam rangka penyusunan rencana kerja tahun 2027 mendatang. Dalam forum tersebut, sebanyak 210 program dan kegiatan diusulkan oleh masyarakat melalui RT-RT untuk menjadi prioritas pembangunan tahun mendatang.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor kelurahan, Selasa (3/3/2026) dibuka oleh Kepala Distrik Miru Joel D. Lukuhay, SE dan dihadiri Kepala Kelurahan Kwamki Andreas Alua Mitoro, Babinsa Kodim 1710/Mimika, Babinkamtibmas Polres Mimika, perangkat kelurahan, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Musrenbang menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing.

Lurah Kwamki, Andreas Alua Mitoro, S.IP.M.Si dalam mengatakan, Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program pemerintah daerah.
“Melalui Musrenbang ini, kita berharap seluruh usulan yang benar-benar menjadi kebutuhan mendesak masyarakat dapat diprioritaskan dan diperjuangkan di tingkat distrik maupun kabupaten,” ujarnya.
Dari total 210 usulan, program yang diajukan mencakup berbagai bidang, antara lain pembangunan infrastruktur jalan lingkungan dan drainase, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengadaan penerangan jalan, serta kegiatan kepemudaan dan pemberdayaan perempuan.

Andreas menambahkan, 210 program yang diusulkan ini merupakan usulan program baru tahun ini, maupun ada yang usulan program tahun lalu namun belum diakomodir atau belum terealiasi.
210 usulan prioritas dibagi dalam tiga bidang besar yaitu : 88 usulan di bidang infrastruktur dan kewilayahan, 44 di bidang pemerintahan dan pembangunan manusia dan 48 di bidang ekonomi. Usulan program prioritas ini termasuk untuk beberapa Sekolah yang ada di wilayah Kelurahan Kwamki.
Sejumlah ketua RT menyampaikan harapan agar usulan yang telah berulang kali diajukan pada tahun-tahun sebelumnya dapat direalisasikan pada 2026 mendatang. Mereka menilai, beberapa kebutuhan dasar seperti perbaikan jalan dan saluran air masih menjadi persoalan utama di sejumlah wilayah.

Seluruh usulan yang telah dihimpun selanjutnya akan diverifikasi dan dibahas pada Musrenbang tingkat distrik sebelum diteruskan ke tingkat kabupaten untuk disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan tahun 2026 dapat lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan riil masyarakat Kelurahan Kwamki. (Etty)








